Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan III-2025 Tembus 5,04%, Digitalisasi IKM Dipercepat Pemerintah
- account_circle Dicky
- calendar_month Jum, 14 Nov 2025
- visibility 20
- comment 0 komentar

Pertumbuhan ekonomi Q3 2025 naik 5,04%, pemerintah percepat digitalisasi IKM lewat e-Smart dan kolaborasi MediaWave berbasis AI. (Dok: Yogi Faisal/JPNN Artikel ini telah tayang di JPNN.com dengan judul "Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,04 Persen, Digitalisasi IKM Jadi Fokus Pemerintah", https://jabar.jpnn.com/jabar-terkini/28020/pertumbuhan-ekonomi-indonesia-capai-504-persen-digitalisasi-ikm-jadi-fokus-pemerintah)
HPN, Kota Bogor – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan III-2025 mencapai 5,04 persen, dengan sektor manufaktur mendorong kenaikan tersebut. Sektor ini menyumbang 17,39 persen terhadap PDB dan tumbuh 5,58 persen. Selain itu, investasi di bidang manufaktur meningkat hingga Rp193,4 triliun atau 39,36 persen dari total investasi nasional.
Sementara itu, peran Industri Kecil dan Menengah (IKM) kembali di tegaskan sebagai penopang manufaktur. Sebanyak 4,43 juta unit IKM—atau 99,29 persen industri nasional—tercatat menyerap 12,81 juta tenaga kerja. Dengan penetrasi internet yang telah mencapai 229 juta pengguna, percepatan digitalisasi IKM pun di nilai semakin mendesak.
Pemerintah mempercepat upaya digitalisasi melalui program e-Smart IKM yang di jalankan Direktorat Jenderal IKMA Kementerian Perindustrian. Hingga Triwulan III-2025, Direktorat Jenderal IKMA telah melatih 31.306 IKM. “Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Karena itu, kami berkolaborasi dengan MediaWave untuk memastikan pemanfaatan teknologi AI bagi IKM menjadi lebih optimal,” ujar Reni Yanita, Jumat (14/11).
Berdasarkan self-assessment INDI 4.0 terhadap 204 IKM, skor rata-rata hanya berada di level 1,45, sehingga kebutuhan peningkatan kompetensi SDM, pemasaran digital, dan digitalisasi produksi di anggap urgen. Reni menegaskan bahwa IKM tetap menjadi tulang punggung industri nasional. Oleh sebab itu, penguatan SDM, literasi digital, hingga keamanan siber di prioritaskan pemerintah.
Di sisi lain, laporan AWS menunjukkan 59 persen perusahaan pengguna AI mengalami peningkatan pendapatan rata-rata 16 persen. Namun demikian, serangan siber masih menjadi ancaman utama, terutama karena sektor manufaktur menjadi target tertinggi secara global dengan persentase 26 persen.
Untuk mempercepat transformasi digital, Ditjen IKMA resmi menggandeng MediaWave (MWX) agar teknologi AI dapat di hadirkan dengan biaya lebih terjangkau sekaligus mudah digunakan pelaku IKM.
Founder dan Chairman MediaWave, Yose Rizal, menilai banyak IKM belum memperoleh akses teknologi yang sederhana dan terintegrasi. “Teknologi selama ini mahal dan rumit. Dengan AI, pasar bisa di pahami lebih cepat, tren dapat di baca, dan konten pemasaran dapat di buat hanya lewat perintah teks,” jelasnya.
Dengan 1,5 juta pelaku IKM aktif, peningkatan produktivitas kecil sekalipun di perkirakan memberi dampak besar terhadap ekonomi nasional. Penggunaan AI bahkan di sebut mampu menekan biaya hingga 70–80 persen serta meningkatkan efisiensi dan penjualan.
- Penulis: Dicky

Saat ini belum ada komentar