Bertemu Dirjen MIGAS, Senator ARK Mempertanyakan Kelangkaan BBM Di Papua Barat Daya
- account_circle Athor
- calendar_month Sel, 3 Feb 2026
- visibility 16

Jakarta 3 Februari 2026, Gedung Kantor Kementerian ESDM. Menyikapi kelangkaan BBM di Papua Barat Daya, Senator ARK Bertemu Direktur Jenderal BPH Migas.
Menurut Senator ARK, Pengaduan ini tepat alamatnya ke Dirjen Migas. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) memiliki tugas utama merumuskan dan melaksanakan kebijakan di bidang pembinaan, pengendalian, serta pengawasan kegiatan usaha hulu dan hilir migas.
Masalah kelangkaan BBM yang sering terjadi mengangu dan menghambat pembangunan di Papua Barat Daya.
Sering sekali terjadi kelangkaan, ada protes masyarakat namun belum ada solusi. Karena itu ARK Menyampaikan pentinya pengawasan oleh BPH Migas kepada Pertamina.
Selain kelangkaan BBM bensin dan solar, masyarakat di Papua Barat Daya juga sering mengalami kelangkaan minyak tanah. Ini samalah dimana, mengapa sering sekali kekurangan minyak tanah.?
Senator ARK Menyampaikan kepada Dirjen Migas bahwa Masyatakat di Papua Masih menbutuhkan Minyak tanah. Butuh waktu 5 tahun kedepen untuk konfersi minyak tanah ke Gas.
Selain itu, pengusaha daerah yang mengurus penentuan titik SPBU, SPBUN untuk melayani masyarakat juga sulit. Proses panjang dari pertamina wilayah, pertamina Regio bahkan sampai ke pusat.
Menurut ARK, Mekanisme perizinan dan penentuan titik mengapa sulit sampai memakan waktu dua dan tiga tahun. Padahal ini di butuhkan untuk melayani masyarakat.
Khusus orang Asli Papua pengusaha minyak sering sulit mendapatkan pelayanan dan pendampingan Prima. Menurut ARK Ini harus menjadi perhatian serius BPH Migas dan Pertamina.
- Penulis: Athor
