Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » UU Omibuslauw Tancap Gas, RUU Masyarakat Adat Jalan Ditempat

UU Omibuslauw Tancap Gas, RUU Masyarakat Adat Jalan Ditempat

  • account_circle Athor
  • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
  • visibility 163

Harapan Negeri, Jakarta, 14 November 2025  Terkait mandeknya pembahasan RUU Masyarakat Adat, Senator Agustinus R. Kambuaya angkat bicara.

Menurut Senator yang akrab di sapa ARK ini, bahwa Perjuangan masyarakat adat untuk mendapatkan pengakuan, keberpihakan dan Proteksi seolah bagaikan punguk merindukan bulan

Ironi RUU Masyarakat adat yang mandek selama 10 Tahun menunjukan bahwa Atribut busana adat dan tari-tarian hanya menghiasi acara seremonial nasional.

Masyarakat adat yang sesunghnya pemilik kedaulatan wilayah dan politik, terpaksa menerima kenyataan system bernegara yang membutuhkan pengakuan hukum melalui mekanisme perundang-undangan yang di Proses dari dinamika politik yang sarat kepentigan.

Masyarakat adat hanya di sebutkan dalam UUD 1945 Pasal 18 B. Ayat (1): “Negara mengakui dan menghormati satuan-satuan pemerintahan daerah yang bersifat khusus atau bersifat istimewa yang diatur dengan undang-undang”. Keputusan MK 35, tetapi secara substansi memberikan keberpihakan dan pengayoman.

Disisi yang lain, dominasi dan determinasi politik Hukum Negara untuk melaksanaka pasal 33 UUD Tentang Negara Menguasai Sumber Kekayaan Alam mendapat keistimewaan.

Undang-undang Omnibuslauw dengan reizin perizinan berusaha memberi karpet merah, kemudahan dan kecepatan berusaha bagi swasta dan BUMN. Alhasil Proses UU Omnibuslaw yang datang belakangan langsung menyalip RUU Masyarakat adat di tikungan tajam politik legislasi nasional.

Tahun 2026 menjadi momentum untuk mendorong kembali RUU masyarakat adat dan harus menjadi RUU Prioritas yang di tetapkan jawaban dan jaminan negara kepada warga negaranya, khususnya Masyarakat adat nusantata.

 

  • Penulis: Athor

Rekomendasi Untuk Anda

  • Senator ARK Minta KPK Tidak Hanya Dana Otsus, Tetapi Pengelolaan Sumberdaya Alam Perlu Menjadi Perhatian

    Senator ARK Minta KPK Tidak Hanya Dana Otsus, Tetapi Pengelolaan Sumberdaya Alam Perlu Menjadi Perhatian

    • calendar_month Rab, 17 Des 2025
    • account_circle Athor
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Kita mendukung langkah KPK dalam mengawasi dan mengasistensi dana otsus pemerintah di Provinsi Papua Barat Daya dan Tanah Papua umumnya. Ini merupakan upaya penguatan kelembagaan dan peranan pemerintah. Meski demikian, sektor non pemerintah juga perlu mendapat perhatian. Di Papua ini wilayah birokrasi mendapat perhatian intens dan ketat. Namun wilayah sumberdaya alam luput dari pengawasan. Pengelolaan,pemanfaatan sumberdaya […]

  • Senator ARK ; Bupati Dan Wabup Sorsel Tidak Tau Aktifitas Perusahaan, Ini Nakal, ARK Akan Lapor Kementerian Harus Di Cabut Izinya.

    Senator ARK ; Bupati Dan Wabup Sorsel Tidak Tau Aktifitas Perusahaan, Ini Nakal, ARK Akan Lapor Kementerian Harus Di Cabut Izinya.

    • calendar_month Jum, 10 Apr 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Manado 9 April 2026, disela diskusi publik dan monitoring program koperasi desa merah putih, senator ARK menyampaikan pernyataan keras dan tegas terkait polemik exafator di Sorong Selatan. Menurut senator ARK, Sudah 2 minggu Bupati Dan Wakil Bupati Sorong selatan menyampaikan pernyataan resmi terkait keberadaan puluhan alat berat tersebut. Informasi yang beredar di tengah masyarakat simpang […]

    • calendar_month Rab, 19 Nov 2025
    • account_circle Athor
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Jakarta 19 November 2025, Menindaklajuti FGD BULD Pada 17 November 2025 di Sorong Papua Barat Daya, Senator Asal Papua Barat Daya Agustinus R. Kambuaya SIP, SH Menyampaikan sejumlah hal kepada MENDAGRI. Pemerintah dan masyarakat Papua Barat Daya melalui DPRD Provinsi telah menyadari kebijakan Efisiensi anggaran yang di lakukan pemerintah pusat. Sebagai solusinya ekonomi dan Anggaran, […]

  • Senator ARK Menyoroti Kemahalan Dan Perubahan Rute Penerbangan Garuda Ke PBD

    Senator ARK Menyoroti Kemahalan Dan Perubahan Rute Penerbangan Garuda Ke PBD

    • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Jakarta 29 Januari 2026, Senator ARK Menyoroti Berubahnya Rute Penerbangan Lobok -Bali Sorong yang berubah. Kepada HPN, Senator ARK menyampaikan keprihatinan dan Protes atas berubahnya rute penrbangan sejumlah maskapai. Garuda yang awalnya melayani Lombok- Bali -Sorong atau Bali via Makasar -Sorong. Perubahan rute penerbangan yang mulai jarang ini akan mengangu target eko turisem kita. Target […]

  • ISU PAPUA TIDAK CUKUP DIJAWAB DENGAN SALING TUDING , Senator Ark: Minta Pemerintah Hadir Nyata Lindungi Warga Sipil, Pengungsi, dan Tegakkan HAM di Tanah Papua.

    ISU PAPUA TIDAK CUKUP DIJAWAB DENGAN SALING TUDING , Senator Ark: Minta Pemerintah Hadir Nyata Lindungi Warga Sipil, Pengungsi, dan Tegakkan HAM di Tanah Papua.

    • calendar_month Ming, 27 Sep 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 13
    • 0Komentar

    SORONG, LPEC NEWS.COM — Minggu, 27 September 2026 — Isu Papua yang kembali menjadi perhatian dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak seharusnya hanya dijawab melalui perdebatan diplomatik maupun saling tuding antarnegara. Senator DPD RI asal Papua Barat Daya, Agustinus R. Kambuaya, S.IP., S.H. (ARK), menilai persoalan Papua membutuhkan respons negara yang terbuka, berbasis data, […]

  • Terkait mandeknya pembahasan RUU Masyarakat Adat, Senator Agustinus R. Kambuaya angkat bicara.

    Kontras Legislasi: RUU Masyarakat Adat Mandek 10 Tahun, Omnibus Law Melaju Pesat

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • account_circle Athor
    • visibility 168
    • 0Komentar

    JAKARTA– Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Dapil Papua Barat Daya, Agustinus R. Kambuaya, S.I.P., S.H., menyoroti ironi dalam proses legislasi nasional, di mana Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat tak kunjung disahkan setelah satu dekade, sementara Undang-Undang Omnibus Law justru dipercepat. Kondisi ini, menurutnya, menunjukkan minimnya keberpihakan negara terhadap hak-hak masyarakat adat. Perjuangan […]

expand_less