Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Internasional » Dalam Keadaan Terluka Orang Papua Berusaha Mencintai NKRI, Apakah NKRI Mencintai Orang Papua ?

Dalam Keadaan Terluka Orang Papua Berusaha Mencintai NKRI, Apakah NKRI Mencintai Orang Papua ?

  • account_circle Athor
  • calendar_month Sen, 17 Agu 2026
  • visibility 28

CATATAN REFLEKSI 81 TAHUN NKRI*

Dalam Keadaan Terluka, Orang Papua Berusaha Mencintai NKRI, Sebaliknya Apakah NKRI Mencintai Orang Papua

Jangan pernah mempertanyakan nasionalisme orang Papua

Di tengah luka, pengungsian, ketakutan, bahkan ketika tanah dan sumber daya mereka menghadapi berbagai persoalan, rakyat Papua tetap mengangkat tangan memberi hormat kepada Merah Putih. Upacara HUT ke-81 Republik Indonesia tetap dilaksanakan, bahkan di daerah yang masih menghadapi situasi konflik dan ketidakamanan.

Jika ada adagium, “Jangan tanyakan apa yang negara telah berikan kepadamu, tetapi tanyakan apa yang telah kamu berikan kepada negara,” maka di Papua kita menemukan sebuah ironi. Rakyat Papua telah berulang kali menunjukkan apa yang mereka berikan kepada negara: kesetiaan, penghormatan kepada Merah Putih, dan komitmen untuk tetap menjadi bagian dari Republik Indonesia, bahkan dalam keadaan terluka.

Rakyat Nduga mengalami pengungsian. Masyarakat Maybrat terluka akibat dugaan penembakan menjelang peringatan HUT ke-81 RI. Namun, di tengah keadaan tersebut, masyarakat dan pemerintah daerah tetap berdiri melaksanakan upacara untuk memperingati hari lahir Republik ini.

Pertanyaannya: apakah negara juga hadir dengan kesungguhan yang sama untuk melindungi mereka?

Apakah negara serius memberikan perlindungan kepada warga yang terluka dan mengungsi?

Apakah penegakan hukum dan keadilan akan diberikan terhadap kasus-kasus kekerasan yang menimpa masyarakat Papua, termasuk kasus Ibu Melkiana Duwitau yang diberitakan tertembak di Puncak?

Dan apakah ada respons cepat serta investigasi yang transparan terhadap dugaan penembakan warga sipil di Maybrat menjelang H-2 peringatan HUT ke-81 RI?

Jangan tanyakan kecintaan orang Papua kepada negeri ini. Lihatlah bagaimana mereka tetap berdiri ketika sedang terluka.

Dari Nduga sampai Maybrat, dari masyarakat yang mengungsi hingga mereka yang hidup dalam ketidakpastian keamanan, Merah Putih tetap dihormati. Pejabat pemerintah daerah tetap berdiri dalam upacara. Rakyat tetap memberikan penghormatan kepada Republik Indonesia.

Bahkan di tengah pemangkasan anggaran dan semakin terbatasnya ruang kewenangan pemerintah daerah, semangat memperingati kemerdekaan tetap dijaga.

Ini seharusnya menjadi bahan refleksi bagi seluruh bangsa Indonesia pada usia 81 tahun NKRI.

Apakah ada rakyat di negeri ini yang ketika terluka, kehilangan rasa aman, mengungsi, dan menghadapi persoalan atas tanah serta sumber daya alamnya, masih meluangkan waktu untuk berdiri tegak dalam upacara memperingati berdirinya Republik?

Inilah nasionalisme yang tidak boleh dianggap biasa.

Karena itu, jangan pernah mengukur nasionalisme orang Papua hanya dari kata-kata. Ukurlah dari keteguhan mereka menjaga Merah Putih dalam keadaan sulit.

Yang dibutuhkan Papua bukan sekadar slogan tentang persatuan dan nasionalisme. Papua membutuhkan keadilan, perlindungan, kepastian hukum, penghormatan terhadap hak masyarakat, serta kehadiran negara yang nyata.

Jika rakyat Papua tetap berusaha mencintai NKRI dalam keadaan lemah, terhina, tersayat dan terluka, maka negara juga harus membuktikan bahwa kecintaan itu tidak bertepuk sebelah tangan.

NKRI harus hadir bukan hanya ketika membutuhkan kesetiaan rakyat, tetapi terutama ketika rakyat membutuhkan perlindungan negara.

 

  • Penulis: Athor

Rekomendasi Untuk Anda

  • Senator ARK; TKD Tidak Dinaikan, Biar Adil Pemerintah Pusat Harus Ambil Alih Beban Pembangunan Daerah

    Senator ARK; TKD Tidak Dinaikan, Biar Adil Pemerintah Pusat Harus Ambil Alih Beban Pembangunan Daerah

    • calendar_month Sen, 21 Sep 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Makasar 21 September 2026, Senator ARK Memberikan Penjelasan Terkait Pernyataan Presiden di media Podcas Akbar Faisal Unsensored. Presiden dalam podcast Akbar Faisal Uncensored menyampaikan bahwa tuntutan para kepala daerah agar Transfer ke Daerah (TKD) dinaikkan tidak serta-merta dapat dipenuhi. Alasan yang disampaikan oleh Presiden dalam Pidcas tersebut adalah bahwa selama bertahun-tahun TKD berada pada kondisi […]

  • Senator ARK, Kajian Kebijakan Minyak Tanah dan Transformasi LPG 3 Kg di Papua Barat Daya

    Senator ARK, Kajian Kebijakan Minyak Tanah dan Transformasi LPG 3 Kg di Papua Barat Daya

    • calendar_month Rab, 11 Mar 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 79
    • 0Komentar

    HPN, Sorong – 11 Maret 2025, Senator Agustinus R Kambuaya, S.I.P., S.H. Ringkasan Eksekutif Ketersediaan dan distribusi minyak tanah: Di Papua Barat Daya, bahan bakar minyak tanah (minyak tanah) bersubsidi masih menjadi andalan banyak rumah tangga dan usaha mikro. Misalnya, ratusan jerigen minyak tanah terlihat siap pakai di Ambon, menggambarkan betapa dominannya peran minyak tanah […]

  • Pak Hasyim, Kunjungan Momen Natal Bukan Untuk Berbalas Pantun

    Pak Hasyim, Kunjungan Momen Natal Bukan Untuk Berbalas Pantun

    • calendar_month Sab, 17 Jan 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Senator ARK Menilai Saling Balas Pantun Utusan Presiden Hasyim Joyohadikusumo dan Gubernur Papua Barat Daya Bukan solusi kebutuhan mendesak di Papua. Selain Hasyim, Gibran juga ke Papua mengelilingi beberapa kabupaten, bermain bola dan menegok mama-mama Pedagang. Lanjut ARK, Pak Hasyim YTH, 20 Tahun Lalu Otsus bagai lepas kepala pegang ekor, saling menyalahkan antara Jakarta dan […]

  • Demo Kelangkaan BBM Papua Barat Daya, Senator ARK Minta Presiden Tegur Menteri ESDM dan Pecat Direktur Pertamina

    Demo Kelangkaan BBM Papua Barat Daya, Senator ARK Minta Presiden Tegur Menteri ESDM dan Pecat Direktur Pertamina

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Sorong 26 Januari 2026, Masyarakat yang tergabung dalam perkumpulan Truk dan Transportasi umum gelar aksi Protes atas kelangkaan BBM. Senator ARK Angkat bicara minta Presiden dan Menteri ESDM Evaluasi Total SKK Migas dan Pertamina. Manajemen kinerja yang buruk dan tidak memuaskan masyarakat. Sejak November 2025 sudah terjadi kelangkaan BBM, baik solar, bensin, pertalite, bahkan juga […]

  • ARK, Orang Papua Harus Berdaulat Atas Kekayaanya

    ARK, Orang Papua Harus Berdaulat Atas Kekayaanya

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Orang Papua Mari Diskusi Soal Masa Depan Kita. Kemarin adalah sejarah, hari ini kenyataan, Besok adalah harapan Hari-hari ini energi kita habis teriak, protes, saling menyalahkan, saling menuntut tangung jawab. Energi kita habis, semenrata kenyataan rerus berubah tidak sesuai harapan kita. Masyarakat adat tersingkir. Mengutik kata tan malaka, semakin ke pingir kita semakin terdesak. Pertanyaanya […]

  • Senator ARK, Penghargaan The One Indonesia Magazin Jadi Motivasi Untuk Berkarya

    Senator ARK, Penghargaan The One Indonesia Magazin Jadi Motivasi Untuk Berkarya

    • calendar_month Sab, 24 Jan 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Bali 23 Januari 2026, The One Indonesia Magazin Mengelar Indonesia Innovation Excellence AWARD. Penghargaan di lakukan dengan penilaian pada sejumlah Aspek dan Kategori. Ada Figur Kepala Daerah, Tokoh Sosial Masyarakat dalam pengabdiannya. Senator ARK masuk dalam Nominasi The Most Inspiring Connectiing People Aspiration. Pada kesempatan menerima penghargaan, Senator ARK Memberikan sambutan yang mengugah. ARK menyampaikan […]

expand_less