Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » ISU PAPUA TIDAK CUKUP DIJAWAB DENGAN SALING TUDING , Senator Ark: Minta Pemerintah Hadir Nyata Lindungi Warga Sipil, Pengungsi, dan Tegakkan HAM di Tanah Papua.

ISU PAPUA TIDAK CUKUP DIJAWAB DENGAN SALING TUDING , Senator Ark: Minta Pemerintah Hadir Nyata Lindungi Warga Sipil, Pengungsi, dan Tegakkan HAM di Tanah Papua.

  • account_circle Athor
  • calendar_month Ming, 27 Sep 2026
  • visibility 7

SORONG, LPEC NEWS.COM — Minggu, 27 September 2026 — Isu Papua yang kembali menjadi perhatian dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak seharusnya hanya dijawab melalui perdebatan diplomatik maupun saling tuding antarnegara.

Senator DPD RI asal Papua Barat Daya, Agustinus R. Kambuaya, S.IP., S.H. (ARK), menilai persoalan Papua membutuhkan respons negara yang terbuka, berbasis data, sekaligus menyentuh langsung persoalan kemanusiaan yang dihadapi masyarakat di lapangan.

Pernyataan tersebut disampaikan ARK melalui rilis tertulis yang diterima media ini, Minggu (27/9/2026), menanggapi pernyataan Perdana Menteri Kepulauan Solomon Matthew Cooper Wale dalam Sidang Umum PBB yang turut menyoroti persoalan hak asasi manusia di Papua.

Pemerintah Kepulauan Solomon sendiri mengonfirmasi bahwa Wale menghadiri Sidang Umum PBB ke-81 di New York pada September 2026.

Sebelumnya, anggota Komisi I DPR RI Abraham Sridjaja menyampaikan kritik terhadap pidato Perdana Menteri Kepulauan Solomon tersebut. Media Indonesia melaporkan bahwa Abraham mempertanyakan dasar dan sumber data yang digunakan dalam penyampaian tuduhan mengenai dugaan pelanggaran HAM di Papua.

Menanggapi polemik tersebut, ARK mengatakan bahwa diplomasi Indonesia perlu menjawab kritik dengan data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. Namun, menurutnya, pada saat yang sama penderitaan masyarakat Papua yang terdampak konflik juga harus mendapatkan perhatian serius.

“Diplomasi harus berbasis data. Kritik terhadap Indonesia harus dijawab dengan data, tetapi penderitaan rakyat Papua juga tidak boleh diabaikan,” kata ARK.

ARK Pertanyakan Kehadiran Negara di Wilayah Konflik
ARK juga menanggapi pernyataan Abraham Sridjaja dengan mempertanyakan sejauh mana para pengambil kebijakan dan pembuat pernyataan mengenai isu Papua telah melihat secara langsung kondisi masyarakat yang terdampak konflik dan pengungsian.

Ia menyoroti kondisi masyarakat yang mengungsi dari sejumlah wilayah konflik, termasuk Nduga dan Maybrat, yang menurutnya telah meninggalkan kampung halaman, rumah, ternak, kebun, serta sumber penghidupan mereka.

“Bapak Abraham Sridjaja yang terhormat, atensi Bapak terkait isu HAM di Papua kami hargai. Tetapi pertanyaan kami, sudah berapa kali Bapak mengunjungi pengungsi Papua dan datang langsung ke zona merah?” ujar ARK

Sebagaimana dikutip dari rilisnya.
Menurut ARK, persoalan tersebut tidak cukup dibicarakan dari ruang-ruang pemerintahan atau forum politik. Kondisi masyarakat terdampak konflik perlu dilihat secara langsung agar kebijakan dan pernyataan yang disampaikan kepada publik memiliki dasar kondisi lapangan.

Ia menegaskan bahwa masyarakat Papua membutuhkan kehadiran negara secara nyata, terutama dalam situasi konflik, kekerasan, pengungsian, dan persoalan kemanusiaan.

Papua Membutuhkan Respons Berbasis Data dan Kemanusiaan
ARK mengatakan terdapat sejumlah persoalan yang perlu menjadi perhatian bersama, antara lain perlindungan warga sipil, penegakan HAM, penanganan kekerasan bersenjata, perlindungan pengungsi internal, serta keterbukaan informasi mengenai kondisi di wilayah konflik.

Menurutnya, perdebatan mengenai Papua tidak boleh berhenti pada pertukaran pernyataan antara pemerintah Indonesia dan pihak luar.

“Papua membutuhkan negara yang hadir—bukan hanya ketika Papua dibicarakan di forum internasional, tetapi terutama ketika rakyat Papua menghadapi konflik, kekerasan, pengungsian, dan persoalan kemanusiaan,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi informasi agar masyarakat Indonesia maupun masyarakat internasional memperoleh gambaran berdasarkan data yang dapat diverifikasi.

Bagi ARK, penyelesaian persoalan Papua membutuhkan pendekatan yang menggabungkan data, hukum, keamanan, pembangunan, perlindungan HAM, dan kemanusiaan.

“Jangan hanya saling tuding. Mari lihat langsung kondisi rakyat dan hadirkan solusi yang nyata bagi masyarakat Papua,” demikian pesan ARK.

Penulis: Alfius Kambu

  • Penulis: Athor

Rekomendasi Untuk Anda

  • 10 Tahun Berlalu, Negara Berutang RUU Masyarakat Adat.

    10 Tahun Berlalu, Negara Berutang RUU Masyarakat Adat.

    • calendar_month Sel, 2 Des 2025
    • account_circle Athor
    • visibility 90
    • 0Komentar

    HPN, Jakarta 3 Desember 2025, Baleg DPR RI Telah memasukan 80 lebih Undang-undang untuk di bahas di bahas dan di tetapkan akhir dan awal 2026. Salah satunya RUU Kepulauan yang leah berproses 10 Tahun Tetakhie. Urgensi dan kebutuhan maayarakat pesisir, kepulauan telah mendapat momentum melalui Rakornas DPD RI bersama Pemerintah. Pemerintah dari aras POLHUKAM hingga […]

  • Senator ARK, Pernyataan Purbaya Tarif Selat  Malaka Sikap Ekonomi Politik Trisakti

    Senator ARK, Pernyataan Purbaya Tarif Selat Malaka Sikap Ekonomi Politik Trisakti

    • calendar_month Jum, 24 Apr 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Jakarta 24 April 2026, Senator Asal Papua Barat Daya yang juga anggota badan kerja sama parlemen antara negara (BKSP) DPD RI angkat bicara. Menurut Senator yang akrab di sapa ARK itu, bahwa pernaytaan kelakar Menteri Keuangan itu merupakan ketukan kebangkitan. Menurut Senator DPD RI itu, bahwa selama ini Indonesia tidak percaya diri, tidak berani memainkan […]

  • Senator ARK

    Senator ARK Sosialisasikan Empat Pilar di Grha YABSIRA

    • calendar_month Ming, 22 Feb 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 53
    • 0Komentar

    HPN, Sorong – 15 Desember 2025, Sebagai bagian dari komitmen memperkuat wawasan kebangsaan, Senator Agustinus Robianus Kambuaya melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di wilayah Papua Barat Daya. Kegiatan yang berlangsung dalam tiga sesi tersebut menjadi langkah konkret untuk meneguhkan kembali pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam sosialisasi tersebut ditegaskan empat […]

  • Senator ARK, Solusi Inflasi Dan Daya Tahan Ekonomi Nasional

    Senator ARK, Solusi Inflasi Dan Daya Tahan Ekonomi Nasional

    • calendar_month Ming, 21 Jun 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Jakarta 21 Juni 2026, Senator Agustinus R Kambuaya  atau yang akrab di sapa Ark memberikan jawaban yang lugas kepada HPN tentang ketahanan ekonomi nasional Menurut Senator ARK itu, bahwa daya tahan ekonomi nasional akan tetap kuat apabila perputaran uang di masyarakat terus terjaga. Sambung ARK, Salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah mengembalikan fungsi Dana […]

  • Gubenur PBD Dan Prof. Balthazar Kambuaya Melantik Pengurus Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kampung Kambuaya PBD

    Gubenur PBD Dan Prof. Balthazar Kambuaya Melantik Pengurus Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kampung Kambuaya PBD

    • calendar_month Sab, 6 Des 2025
    • account_circle Athor
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Raja Balthasar Kambuaya,Melantik Badan Pengurus Ikatan Pemuda Pelajar Dan Mahasiswa/i Kambuaya Tempo Dulu Kota Kabupaten sorong periode 2025-2027 . Sorong-Sun. News. Com-Raja Prof.Dr.Balthasar Kambuaya,M.BA secara resmi melantik Badan pengurus Ikatan Pemuda pelajar dan mahasiswa/i asal Kampung Kambuaya Tempo dulu Distrik Ayamaru Timur Kabupaten Maybrat kota studi sorong dan kabupaten Sorong provinsi Papua Barat Daya Periode […]

  • Senator ARK; Apresiasi Dan Siap Memfasilitasi Usulan RANPERDA DPRPBD

    Senator ARK; Apresiasi Dan Siap Memfasilitasi Usulan RANPERDA DPRPBD

    • calendar_month Sel, 7 Apr 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Sorong 7 April 2026, Saya menerima informasi fia seluler bahwa Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPR Provinsi Papua Barat Daya tengah mengusulkan dan menyusun sejumlah PERDA. Salah satu isu dan kebutuhan mendesak yang perlu di proteksi adalah tentang usulan PERDASUS OAP. Materi muatan PERDASUS ini tentu akan mendukung proses sensus orang asli Papua menuju satu data […]

expand_less