Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Internasional » Maanfat Ekonomi Karbon Jaminan Masyarakat Adat Untuk Jaga Hutan Dan Tanah Papua

Maanfat Ekonomi Karbon Jaminan Masyarakat Adat Untuk Jaga Hutan Dan Tanah Papua

  • account_circle Athor
  • calendar_month Sab, 17 Jan 2026
  • visibility 36

Pengakuan Masyarakat Konvensi Internasional  ILO No. 169 (1989, Deklarasi PBB tentang Hak-Hak Masyarakat Adat (UNDRIP) adalah dokumen penting yang diadopsi pada 13 September 2007 bahkan Protokil Kyoto dan Paris Agreement tentang lingkungan tidak menghentikan. kebijakan negara. Kerusakan hutan, pengabaian hak masyarakat sipil dan Pribumi berjalan trus

Isu pengakuan masyarakat hukum adat dan perlindungan hutan terus bergulir, semaki terdesak dan terdegradasi oleh penetrasi kapital melalui investasi modal asing langsung dan modal dalam negeri.

Menurut Senator ARK bahwa Masyarakat Adat diakui melalui penguatan hak atas tanah dan hutan mereka, yang membuka akses ke skema ekonomi karbon (perdagangan karbon) untuk pendanaan berkelanjutan, namun pengakuan ini harus diiringi penghentian izin perusak hutan agar tidak meminggirkan mereka,  sementara hutan menyimpan karbon dalam jumlah besar, menjadikannya penyerap CO2 penting, yang bila dijaga masyarakat adat, memberikan manfaat mitigasi iklim global melalui jasa ekosistem seperti penyimpanan karbon, keanekaragaman hayati, dan sumber daya alam.

Senator ARK berpandangan bahwa kebutuhan masyarakat adat saat ini adalah pengakui melalui instrumen UUD 1945 Pasal 18 B. Tidak cukup hanya UUD, Undang-undang khusus Masyarakat adat perlu di saahkan sebagai kebutuhan payung hukum bagi Masyarakat Hukum Adat.

Memurut Senator ARK, Pengakuan ini harus diiringi penghentian izin perusak hutan agar tidak meminggirkan mereka; sementara hutan menyimpan karbon dalam jumlah besar, menjadikannya penyerap CO2 penting, yang bila dijaga masyarakat adat, memberikan manfaat mitigasi iklim global melalui jasa ekosistem seperti penyimpanan karbon, keanekaragaman hayati, dan sumber daya alam.
Pengakuan Masyarakat Adat
Hak atas Tanah dan Sumber Daya. Pengakuan hak atas tanah adat dan ulayat memberi mereka kontrol dan manfaat langsung dari hutan yang mereka jaga, termasuk dari nilai ekonomi karbon.
Pendanaan Iklim, Memperoleh akses langsung ke pendanaan iklim untuk mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan dan pengembangan kapasitas mereka.
Kemitraan dan Penguatan: Dukungan untuk memperkuat organisasi masyarakat adat (seperti perempuan dan pemuda) agar bisa berpartisipasi aktif dalam kebijakan iklim dan mengadvokasi hak mereka.
Perlindungan, Perlindungan terhadap pembela masyarakat adat yang menjaga hutan dari ancaman eksternal (penambang, penebang liar).

 Manfaat Karbon Solusi Jaga Hutan

Manfaat Karbon dari Hutan Adat Penyerap Karbon Alami, Hutan, terutama hutan adat, adalah penyerap karbon terbesar yang menyimpan jutaan ton CO2 di pohon dan tanah, mencegah emisi besar ke atmosfer.

Tantangan Utama Masyarakat Adat Dan Perlindungan Hutan

Konflik perizinan, Kebijakan yang mendukung pembangunan infrastruktur atau konsesi lain di lahan adat dapat merusak hutan dan mengancam penyimpanan karbon.
Potensi Marginalisasi, Skema karbon yang tidak tepat bisa membatasi akses masyarakat adat atau hanya memberikan kompensasi kecil tanpa pengakuan hak yang penuh, sementara penghasil emisi besar “cuci dosa” dengan membeli karbon, seperti dikutip dari

Jasa Ekosistem, Selain karbon, hutan adat menyediakan air bersih, habitat keanekaragaman hayati, dan sumber pangan serta obat-obatan tradisional.
Mitigasi Perubahan Iklim, Menjaga hutan adat berarti menjaga cadangan karbon, yang secara signifikan membantu mencapai target iklim global.

Potensi Marginalisasi, Skema karbon yang tidak tepat bisa membatasi akses masyarakat adat atau hanya memberikan kompensasi kecil tanpa pengakuan hak yang penuh, sementara penghasil emisi besar “cuci dosa” dengan membeli karbon, seperti dikutip dari.

Menurut ARK ini solusinya. Perlu ada Pengakuan hak yang penuh, penghentian izin perusak hutan, dan integrasi pengetahuan adat dalam kebijakan iklim adalah kunci agar skema karbon bermanfaat bagi masyarakat adat dan lingkungan, bukan hanya keuntungan finansial semata.

  • Penulis: Athor

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bertemu Wamen Pariwisata, Senator ARK Mengusulkan Program 2026 Untuk PBD

    Bertemu Wamen Pariwisata, Senator ARK Mengusulkan Program 2026 Untuk PBD

    • calendar_month Sel, 2 Des 2025
    • account_circle Athor
    • visibility 62
    • 0Komentar

    HPN, Jakarta 2 Desember 2025, bertempat di kantor Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Dalam rangka pemantapan dan konsolidasi pembangunan pariwisata nasional, khususnya desa wisata, Senator ARK bersama tim desa bersatu Berkesempatan menyampaikan sejumlah Agenda Penting untuk Tahun 2026. Kepada wakil menteri pariwisata, Senator ARK bersama Tim Desa Bersatu berdiskusi bersama wakil menteri pariwisata. Persoalan infrastruktur, Agenda […]

  • Senator ARK, Kajian Kebijakan Minyak Tanah dan Transformasi LPG 3 Kg di Papua Barat Daya

    Senator ARK, Kajian Kebijakan Minyak Tanah dan Transformasi LPG 3 Kg di Papua Barat Daya

    • calendar_month Rab, 11 Mar 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 23
    • 0Komentar

    HPN, Sorong – 11 Maret 2025, Senator Agustinus R Kambuaya, S.I.P., S.H. Ringkasan Eksekutif Ketersediaan dan distribusi minyak tanah: Di Papua Barat Daya, bahan bakar minyak tanah (minyak tanah) bersubsidi masih menjadi andalan banyak rumah tangga dan usaha mikro. Misalnya, ratusan jerigen minyak tanah terlihat siap pakai di Ambon, menggambarkan betapa dominannya peran minyak tanah […]

  • Wakil Ketua Desa Bersatu ARK Bersama APDESI KALTENG Suarakan Jeritan Desa Kepada Presiden

    Wakil Ketua Desa Bersatu ARK Bersama APDESI KALTENG Suarakan Jeritan Desa Kepada Presiden

    • calendar_month Kam, 27 Nov 2025
    • account_circle Athor
    • visibility 74
    • 0Komentar

    HPN, Kalimantan Tengah 27 November 2025, Wakil Ketua Umum DPP Desa Bersatu Indonesia Maju, Agustinus R. Kambuaya menerima aspirasi Asosiasi Pemerintah Desa Provinsi Kalimantan Tengah. Agustinus yang di dampingi senator Habib Said Abdurrahman menerima sejumlah aspirasi dan isu yang cukup pelik dan krusial meyangkut dinamika desa di Kalimantan Tengah. 9 Tim APDESI yang datang dari […]

  • Senator ARK, FGD Ranperda Dan PERDA Kebutuhan Pembangunan Daerah

    Senator ARK, FGD Ranperda Dan PERDA Kebutuhan Pembangunan Daerah

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • account_circle Dicky
    • visibility 73
    • 0Komentar

    HNP, Sorong 17 November 2025, Badan Urusan Legislasi Daerah Republik Indonesia (BULD-DPD RI) dalam kunjungan ke Papua Barat Daya dalam rangka Inventarisasi Ranperda dan PERDA. Mengawali sambutan FGD, Senator Asal Papua Barat Daya Agustinus R. Kambuaya menyampaikan harapan kepada Kemendagri, Kanwil Hukum Papua Barat untuk secara intens dan serius mendukung Program Legislasi Daerah Provinsi Papua […]

  • Senator ARK, Semua Parpol Nasional Di Papua Harus Perjuangkan Aspirasi Daerah Termasuk TKD Sampai Ke Presiden

    Senator ARK, Semua Parpol Nasional Di Papua Harus Perjuangkan Aspirasi Daerah Termasuk TKD Sampai Ke Presiden

    • calendar_month Kam, 27 Nov 2025
    • account_circle Athor
    • visibility 106
    • 0Komentar

    HPN, Jakarta 27 November 2025, Senator Agustinus R. Kambuaya mendorong partai nasional yang hadir di tanah Papua untuk memperjuangkan aspirasi rakyat Papua di level nasional. Khsusnya partai kualisi Presiden. Setiap DPD Partai Nasional yang hadir di Papua harus mampu mengartikulasikan derita rakyat, aspirasi rakyat dan terutama jeritan pemerintah daerah yang menghadapi PEMANGKASAN TRANSFER KEUANGAN DAERAH […]

  • Senator ARK Minta Pemerintah Dan Perusahaan Sawit Hormati Masyarakat Adat Sorong Selatan Dan Kedepankan Dialog

    Senator ARK Minta Pemerintah Dan Perusahaan Sawit Hormati Masyarakat Adat Sorong Selatan Dan Kedepankan Dialog

    • calendar_month Rab, 18 Feb 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Sorong 18 Februari 2026, Senator ARK memberikan tangapan terkait konflik masyarakat adat dan swasta perusahan sawit di sorong selatan. Menurut ARK, protes masyarakat ini di tangapi dengan cara dialog dan mendengar kemauan masyarakat. Kita seolah seperti mau konflik dengan masyarakat sendiri. Ini di sayangkan, kehadiran pemerintah dan seluruh perangkatnya harus bisa memastikan hak-hak masyarakat di […]

expand_less