ARK, FGD Masyarakat PBD Satu Tahun Kepemimpinan GUB Tercekik Efisiensi
- account_circle Athor
- calendar_month Sab, 21 Feb 2026
- visibility 5

Hpn, Sorong 21 2026 bertempat di Hotel M Qriat Sorong sejumlah masyarkat berkumpul mengelar Focus Grup Discussion Terkait Satu Tahun Kepemimpinan Elisa Kambu dan Ahmad Nasrauw.
Senator ARK sebagai inisiator FGD Menyampaikan latar belakang FGD Tersebut. Menurutnya, diskusi masyarakat yang bersliwiran di sosial media perlu ada ruang dan tempat.
Jika di biarkan ini akan menjadi opini-opini bias yang tidak menemukan jalan keluar. Contoh misalnya berita-berita viral Video Janji kampanye politik. Tidak hanya Gubenur, Bupati, Walikota Se-Papua Barat Daya bahkan tanah Papua.
Keadan dimana kepala daerah hasil pemilu ini tidak bisa berbuat banyak. Janji-janji politik pemilukada di perhadapkan kepada Inpres Nomor 1 Tahun 2025 Tentang Efisiensi Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah. Keadan ini justru menyulitkan DOB Baru seperti Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Selatan dll.
Komitmen DOB awal bahwa infrastruktur awal DOB baru menjadi tangung jawab Pemerintah Pusat. Pada kenyataannya Pemerintah pusat hanya membangun tiga gedung saja.
Kebijakan efisiensi ini telah berakibat langaung kepada pelayanan publik. Kepala daerah hasil pemilu tidak mampu menjawab kenutuhan masyarakat. Justru sebaliknya, Anggaran, Kewenangan semua di tarik ke pusat untuk Program Nasional.
Dinamika FGD cukup hidup dengan berbagai pemikiran, kritisisme dan Protes tetapi mengurucut pada satu dua hal. Bagaimana Efisiensi sebagai hambatan utama. Kedua wewenang yang di tarik seluruhnya ke pusat melalui Omnibuslauw.
Intisari diskusi akan di sampaikan oleh Koalisi Masyarakat Untuk Pembangunan Papua Barat Daya Kepada semua pihak.
- Penulis: Athor

