Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Internasional » Hut Satu Tahun, GUB PBD Seperti Kereta, Mesin Cepat Gerbong Berat

Hut Satu Tahun, GUB PBD Seperti Kereta, Mesin Cepat Gerbong Berat

  • account_circle Athor
  • calendar_month Jum, 20 Feb 2026
  • visibility 64

Kepada Hpn, ARK memberikan pandangan terkait  satu tahun kepemimpinan ESA. Memurut Senator Ark, Gubernur Papua Barat Daya sudah satu tahun memimpin.

Meurut ARK, Ada kendala eksternal dan internal menghambat harapan, keinginan dan Visi Misi Gubernur. Hambatan eksternal yang membuat pelayanan dan kecepatan pembangunan mandek. Kendala eksternal itu menyangkut kebijakan pemerintan pusat yang berubah.

Kebijakan efisiensi yang mencekik semua kepala daerah di Indonesia. Kedua, anggaran yang awalnya 3 Triliun berkurang menjadi 1 triliun. Semua karena penyerapan sebelumnya yang tidak meyakinkan kementerkan keuangan.

Sambung ARK, Pemerintah pusat Fokus Kepada MBG, Koperasi Desa Merah Putih, Tiga Juta Rumah, Sekolah Rakyat dan PSN. Pemerintah pusag mau kerjakan semua hal langsung dari atas.

OPD Tidak Kreatif Dan Inovatif

Ditengah kesulitan ini, ESA memimpin dengan organisasi perangkat daerah yang lambat dan tidak inovatif.

Gubernur punya Visi dan Misi yang harus di terjemahkan kedalam rencana kerja tahunan. Banyak orang ingin mendapatkan jabatan tanpa kompetensi yang baik.

Kemampuan berinovasi dan kreasi rendah, gubernur seperti membawa beban di pundak. Aset-aset di daerah belum di selesaikan statusnya.

Sumber Obyek pendapatan asli daerah tidak maksimal bahkan tidur. Semua ingin mendapat perhatian gubernur tanpa punya kemampuan meyakinkan pemerintah pusat untuk mendatangkan DAK. Dana DAK membutuhka dukungan dokumen Administrasi yang lengkap yang harus di siapkan daerah.

ESA seperti mesin kereta baru yang ingin Speed tetapi gerbongnya lapuk, tua dan karat. Peremajaan organisasi terbentur aturan menpan.

Semua orang ingin menjadi pemimpin tetapi bisa memimpin itu sulit. Ketidak mampuan, kurangnya Inovasi dan kreatifitas semua OPD ujungnya penilaian buruk di alamatkan kepada Gubernur. Mereka minta jabatan dengan segala cara tetapi untuk mengerjakannya semua beralasan Efisiensi.

Kalau Obyek pendpaatan PAD bagus bisa saja honor aparat kampung bisa diberikan dengan sumber PAD sendiri. Inilah faktat yang melilit kepemimpinan ESA selama satu tahun. Harus Evaluasi dan Roling dan mutasi agar harapan masyarakat bisa terjawab melalui kerja-kerja OPD.

  • Penulis: Athor

Rekomendasi Untuk Anda

  • Setujui APBD 2026, Fraksi Otsus DPR-PBD Kritik Program Pemerintah Tidak Berpihak OAP

    Setujui APBD 2026, Fraksi Otsus DPR-PBD Kritik Program Pemerintah Tidak Berpihak OAP

    • calendar_month Kam, 20 Nov 2025
    • account_circle Athor
    • visibility 99
    • 0Komentar

    HNP, Sorong – Berdasarkan hasil rapat dan kajian internal Fraksi Otonomi Khusus Dewan Perwakilan Rakyat Papua Barat Daya (Fraksi Otsus DPRP PBD), Fraksi Otsus memberikan pendapat akhir terkait jawaban yang disampaikan Gubernur Papua Barat Daya atas pandangan umum dari fraksi di DPRP PBD. Franky Umpain selaku koordinator dan juru bicara Fraksi Otsus DPRP PBD menegaskan […]

  • Silpa Anggaran APBD 70 M PBD Tamparan Keras Bagi Senator ARK Yang Selalu Teriak Tambah Anggaran

    Silpa Anggaran APBD 70 M PBD Tamparan Keras Bagi Senator ARK Yang Selalu Teriak Tambah Anggaran

    • calendar_month Jum, 17 Apr 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Papua barat daya 17 April 2026, Senator ARK Angkat bicara terkait berita hasil kerja PANSUS DPR PBD Terkait LKPJ dan Silpa Anggaran. Papua Barat Daya (17/april 2026) pemberitaan hasil kerja panitia khusus (PANSUS) DPRPBD yang menyoroti kinerja pemerintah daerah, khususnya masalah serapan anggaran. Senator ARK menyampaikan kekecewaanya kepada HPN, Bahwa berita sisa anggaran 70 miliard […]

  • Senator ARK Soroti Kerusakan Ruas Jalan Teminabuan–Moswaren–Maybrat

    Senator ARK Soroti Kerusakan Ruas Jalan Teminabuan–Moswaren–Maybrat

    • calendar_month Rab, 15 Jul 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Jakarta, 13 Juli 2026, Senator ARK Soroti Kerusakan Ruas Jalan Teminabuan–Moswaren–Maybra Senator ARK menyoroti kondisi ruas jalan Teminabuan–Moswaren–Maybrat yang hingga kini masih mengalami kerusakan di sejumlah titik. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan oleh Balai Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas PUPR Provinsi Papua Barat Daya belum berjalan secara optimal. Kepada Hpn, di jakarta 13 […]

  • Flm Pesta Babi Evaluasi Jujur Kepada Negara, Tidak Perlu Paranoid

    Flm Pesta Babi Evaluasi Jujur Kepada Negara, Tidak Perlu Paranoid

    • calendar_month Kam, 14 Mei 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Papua Barat Daya 13 Mei 2026, Senator Agustinus R. Kambuaya Menangapi Viralnya Flm Pesta Babi. Menurut Ark juga turut prihatin atas penjeagalan dan larangan pemutaran film ini di beberapa daerah di Indonesia. Menurut Senator Muda ARK Bahwa Menyikapi film ini tidak perlu paranoid atau saling mencurigai. Justru ini menjadi cermin untuk kita semua berkaca, melihat […]

  • ARK; Anak Bunuh Diri Karena Tidak Ada Uang Berputar Didesa, Dana Desa Harus Naikan 5 Miliard Per Desa

    ARK; Anak Bunuh Diri Karena Tidak Ada Uang Berputar Didesa, Dana Desa Harus Naikan 5 Miliard Per Desa

    • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Kegagahan republik kita ditampar muka dengan kejadian anak sekolah yang bunuh diri di NTT. Karena tidak bisa membeli buku, anak sekolah ini memutuskan gantung diri. Cita-cita pendiri bangsa dalam UUD yang ingin  mencerdaskan kehidupan bangsa berubah menjadi duka bangsa. Kejadian ini memilukan, memalukan kita sebagai bangsa dan negara Indonesia. Alih-alih membangun proyek-proyek fisik yang mercusuar […]

  • Pak Hasyim, Kunjungan Momen Natal Bukan Untuk Berbalas Pantun

    Pak Hasyim, Kunjungan Momen Natal Bukan Untuk Berbalas Pantun

    • calendar_month Sab, 17 Jan 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Senator ARK Menilai Saling Balas Pantun Utusan Presiden Hasyim Joyohadikusumo dan Gubernur Papua Barat Daya Bukan solusi kebutuhan mendesak di Papua. Selain Hasyim, Gibran juga ke Papua mengelilingi beberapa kabupaten, bermain bola dan menegok mama-mama Pedagang. Lanjut ARK, Pak Hasyim YTH, 20 Tahun Lalu Otsus bagai lepas kepala pegang ekor, saling menyalahkan antara Jakarta dan […]

expand_less