Bahas UU Perlindungan Petani, Senator ARK Tolak Sawit Lebih Baik Hilirisasi Pertanian
- account_circle Athor
- calendar_month Sel, 20 Jan 2026
- visibility 37

Jakarta Senayan 20 Januari 2026, dalam rangka pembagasan UU Perlindungan Petani, Senator Ark menyampaikan sejumlah isu strategis
Isu strategis Papua sesuguhnya bukan soal tambang dan sawit. Tetapi sesuguhnya isu lokal pertaniannnya adalah bagaimana mengubah nilai lebih hasil pertanian, perukanan dll.
Perkebunan sawit bukan kebutuhan Papua. Orang asli Papua membutuhkan teknologi pertanian dan pengolahan perikanan.
Hilirisasi pertanian Papua adalah strategi yang harusnya di tingkatkan untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian lokal dengan membangun industri pengolahan hasil umbi-umbian, sagu, kacang tanah, hasil hutan bukan kayu. Kebutuhan lain seperti pabrik pakan ternak, pabrik kelapa menjadi coconat oil dll.
Membangun infrastruktur pendukung (pupuk), serta mengembangkan komoditas unggulan (sagu, kopi, kelapa, ayam) agar tidak hanya menjual bahan mentah, melainkan produk jadi, sehingga meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong ekonomi regional Papua melalui penciptaan lapangan kerja dan kemandirian pangan.
Fokus Utama Hilirisasi Pertanian Papua,
Pengolahan Hasil Pertanian. Membangun pabrik penggolahan tepung pisang, umbi, hilirisasi kelapa, pabrik pakan ayam, pabrik tepung dll di kabupaten penghasil agar manfaat langsung dirasakan masyarakat lokal, seperti yang didorong oleh para gubernur dan Kementan.
Pengembangan komoditas Unggulan. Mengembangkan dan mengolah komoditas potensial seperti sagu, kopi, kelapa, perikanan, dan peternakan (ayam).
Penguatan Infrastruktur Pendukung, Pembangunan industri pupuk untuk menekan biaya produksi petani dan meningkatkan produktivitas serta daya saing komoditas.
Kemandirian Pangan, Mengurangi ketergantungan pasokan dari luar wilayah dengan memperkuat subsektor peternakan lokal melalui sistem terintegrasi.
- Penulis: Athor
