Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Internasional » Fopera Papua Barat Daya Soroti Proyek APBD 2025 Yang Belum Selesai

Fopera Papua Barat Daya Soroti Proyek APBD 2025 Yang Belum Selesai

  • account_circle Athor
  • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
  • visibility 60

Forum Pengawal Perjuangan Rakyat (Fopera) Papua Barat Daya menyoroti proyek yang bersumber dari APBD 2025 yang belum selesai terindikasi menimbulkan masalah. Ketua Fopera Papua Barat Daya, Yanto Amus Ijie.

Forum Pengawal Perjuangan Rakyat (Fopera) Papua Barat Daya menyoroti proyek yang bersumber dari APBD 2025 yang belum selesai terindikasi menimbulkan masalah hukum.

Menurut Ketua Fopera Papua Barat Daya, Yanto Amus Ijie menjelaskan proyek yang bersumber dari APBD tahun 2025 seharusnya selesai di akhir tahun ini juga.

“ Jika kontrak Tahun Tunggal seharusnya pekerjaan sudah selesai akhir tahun 2025. Apabila pekerjaan dari APBD Tahun 2025 masih lanjut sampai tahun 2026, perlu di lakukan pendalaman Kontrak dan teknis pembayarannya bisa menimbulkan masalah hukum,” kata Yanto Ijie, selasa, 6 Januari 2026.

Ia juga mempertanyakan kalau dikerjakan awal Tahun ini apakah pekerjaan tahun 2026 sudah di lelang bulan desember Tahun 2025?

Ia mengakui mempunyai data-data yang dihimpun di lapangan, sekarang sudah tanggal 6 Januari 2026 namun ia melihat ada beberapa pergerakan atau pekerjaan proyek yang masih di kerjakan.

Ia melanjutkan di bulan Desember 2025 lalu masih ada pekerjaan fisik maupun non fisik yang bersumber dari APBD 2025 Provinisi Papua Barat Daya yang belum selesai namun sudah pencairan 100 persen.

“ Desember tahun 2025 ternyata hetelah kami menelusuri di lapangan ada sejumlah pekerjaan yang dibiayai dari APBD Provinsi Papua Barat Daya Tahun 2025 baik itu pekerjaan fisik maupun pekerjaan non fisik Itu belum selesai dikerjakan Tetapi uangnya sudah selesai 100 persen sudah dicairkan 100 persen,” kata Yanto Ijie.

Kalau ini benar-benar terjadi, Kata Yanto Ijie ini akan menimbulkan masalah hukum baru di Provinsi Papua Barat Daya, provinsi yang masih muda ini.

Ia mengakui mengantongi data-data proyek fisik yang di kerjakan di Kota Sorong dan Kabupaten Sorong

“ Dikerjakan di Kota Sorong, Kabupaten Sorong maupun di Kabupaten Sorong Selatan yang belum selesai dikerjakan tetapi uangnya sudah dicairkan 100 persen,” ujarnya

Di akhir tahun anggaran ini, Kata Yanto Ijie ada sekelompok gerombolan orang yang di duga mengancam-mengancam pimpinan OPD untuk segera harus mencairkan uang 100 persen namun pekerjaan belum secara fisik itu selesai.

“ Nah inilah yang kami meminta perhatian serius juga dari aparat penegak hukum baik itu dari Kejaksaan maupun Kepolisian agar sekiranya juga melakukan pemantauan lapangan,” kata dia.

Yanto Ijie menegaskan siap membantu APH untuk memberikan data-data proyek temuan mereka yang di duga belum selesai di kerjaan akhir tahun 2025 ini.

Ia menduga pekerjaan yang belum selesai itu ada di beberapa dinas provinsi Papua Barat Daya.

“ Kami bisa bantu kasih data, misalnya macam Dinas Perindag dan Kooperasi itu kan pekerjaan juga belum selesai, kemudian Dinas PU juga itu belum selesai,

Dinas perikanan dan kelautan itu juga belum selesai dikerjakan. Ada beberapa OPD yang untuk perikanan proyek tahun 2025 yang belum selesai dikerjakan. kalau proyek tahun tunggal ya harus selesai,” kata dia.

Kalau belum selesai dikerjakan, kata Yanto Ijie kontraktor itu harus dikenakan denda berdasarkan hukum kontrak.

“ Cuma yang jadi persoalan uangnya sudah cair 100 persen, mana mungkin dia mau denda,” kata dia.

Ia mengharapankan kepada penegak hukum khususnya Polda Papua Barat Daya yanh sudah ada di provinsi ini, harapannya lebih banyak giat untuk ditahun berikutnya. tahun-tahun ini dan tahun tahun ke depan itu harus banyak mengungkap kasus penyalahgunaan perekonomian dan keuangan Negara

Ia mencontonkan pengelolaan dana otonomi khusus yang mungkin terkesan belum dinikmati oleh orang Papua itu juga harus jadi atensi penegak hukum.

“ Bukan hanya Kepolisian saja namun kejaksaan juga harus bisa ungkap penyalahgunaan dana otsus. Iya bila perlu sekali-sekali juga KPK datang ke sini gitu tapi jagan datangnya hanya untuk pencegahan bukan penindakan menangkap pelaku penyelewengan uang Negara di provinsi ini,” kata Yanto Ijie.

  • Penulis: Athor

Rekomendasi Untuk Anda

  • Senator ARK Soroti Kerusakan Ruas Jalan Teminabuan–Moswaren–Maybrat

    Senator ARK Soroti Kerusakan Ruas Jalan Teminabuan–Moswaren–Maybrat

    • calendar_month Rab, 15 Jul 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Jakarta, 13 Juli 2026, Senator ARK menyoroti kondisi ruas jalan Teminabuan–Moswaren–Maybrat yang hingga kini masih mengalami kerusakan di sejumlah titik. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan oleh Balai Kementerian Pekerjaan Umum  dan Dinas PU Provinsi Papua Barat Daya belum berjalan secara optimal. Kerusakan jalan ini berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, aktivitas ekonomi, […]

  • Interupsi Sidang Paripurna DPD, Senator ARK Minta Hentikan Izin Investasi, Jangan Buat Korban Daerah

    Interupsi Sidang Paripurna DPD, Senator ARK Minta Hentikan Izin Investasi, Jangan Buat Korban Daerah

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Jakarta Senayan 14 Januari 2026 Senator ARK melakukan interupsi untuk menegaskan persoalan strategis nasional dan daerah. Senator ARK Menyampaikan bahwa kejadian sumatera dan Aceh Merupakan kelalaian manusia atau Faktor Manusia dan kebijakan Pembangunan mengakibatkan bencana. Sambil melaporkan data  33 Juta Hekatar Hutan Papua sejak 2020-2025 ada 1,1 Juta Hekatar Tergerus. 600.000 Hektar rusak akibat investasi. […]

  • Senator ARK: Minta Prinsip Humaniter Dikedepankan Dalam Konflik Bersenjata

    Senator ARK: Minta Prinsip Humaniter Dikedepankan Dalam Konflik Bersenjata

    • calendar_month Ming, 22 Mar 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Papua Barat 22 Maret 2026, peristiwa penembakan di Aifat Timur yang mengakibatkan dua korban nyawa. Menurut senator ARK Papua tanah damai semakin jauh dari harapan. ARK mengharapan kejadian ini akan menciptakan krisis keamanan di Papua Barat Daya. ARK Mengharapakan semua pihak mengedepankan prinsip-prinsip hukum perang humaniter. Kedepankan prinsip humaniter (Hukum Humaniter Internasional) dalam konflik bersenjata […]

  • Kepada YTH. Bapak Presiden Prabowo Di- Istana

    Kepada YTH. Bapak Presiden Prabowo Di- Istana

    • calendar_month Ming, 7 Des 2025
    • account_circle Athor
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Perihal; Bapak Presiden Jangan Terpancing Dengan Upaya Pengalihan Isu Dan Pemindahan Lokus Isu Kerusakan Ekologi Kepada Isu Politik Pilkada Melalui DPRD 2029 Apakah Isu Demokrasi Pilkada Melalui DPRD Merupakan Upaya Pengalihan Isu Kerusakan, Kehancuran hutan dan lingkungan yang berdampak kepada Banjir dan longsor di Sumatera dan Aceh..? Wajib kita bertanya, mengapa isu politis ini di […]

  • SENATOR ARK KEPADA PRESIDEN PRABOWO – GIBRAN. DARIPADA SIBUK MENAWARKAN DIRI MENJADI JURU DAMAI BAGI KONFLIK IRAN VS ISAREL, LEBIH BAIK MENCARI SOLUSI DAMAI DAN PERMANENT UNTUK PAPUA

    SENATOR ARK KEPADA PRESIDEN PRABOWO – GIBRAN. DARIPADA SIBUK MENAWARKAN DIRI MENJADI JURU DAMAI BAGI KONFLIK IRAN VS ISAREL, LEBIH BAIK MENCARI SOLUSI DAMAI DAN PERMANENT UNTUK PAPUA

    • calendar_month Sen, 23 Mar 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Sorong 23 Maret 2026, Senator Agustinus R. Kambuaya Menyikapi konflik bersenjata yang terjadi berturut-turut di Tanah Papua. Khususnya Papua Barat Daya. Menurut ARK, perhatian negara bahkan media nasional cenderung dominan membahas bahkan mengecam perang Iran Vs Israel. Konsentrasi, perhatian bahkan solidaritas nasional di galang. Aksi kemanusian terus di lakukan. Ditengah konflik itu terjadi penembakan di […]

  • Demo Kelangkaan BBM Papua Barat Daya, Senator ARK Minta Presiden Tegur Menteri ESDM dan Pecat Direktur Pertamina

    Demo Kelangkaan BBM Papua Barat Daya, Senator ARK Minta Presiden Tegur Menteri ESDM dan Pecat Direktur Pertamina

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Sorong 26 Januari 2026, Masyarakat yang tergabung dalam perkumpulan Truk dan Transportasi umum gelar aksi Protes atas kelangkaan BBM. Senator ARK Angkat bicara minta Presiden dan Menteri ESDM Evaluasi Total SKK Migas dan Pertamina. Manajemen kinerja yang buruk dan tidak memuaskan masyarakat. Sejak November 2025 sudah terjadi kelangkaan BBM, baik solar, bensin, pertalite, bahkan juga […]

expand_less