Ekonomi Daerah Melemah, Kapan Efisiensi Berakhir Dan Potensi Gejolak Sosial Meningkat
- account_circle Athor
- calendar_month Sel, 24 Mar 2026
- visibility 8

Papua Barat Daya 24 Maret 2026, Senator ARK angkat bicara. Kondisi ekonomi daerah lesu.
Ekkonomi rakyat di Papua mengalami kelesuan yang signifikan, ditandai dengan melemahnya daya beli, sepinya UMKM, dan ketergantungan tinggi pada proyek pemerintah serta belanja ASN. Faktor utamanya adalah tingginya biaya logistik, infrastruktur belum merata.
Menurut Senator yang akrab di sapa Ark, ekonomi daerah melemah karena perputaran uang sulit.
System keuangan dengan kebijakan Evisiensi.
Disatu sisi anggaran di tarik dari semua sektor untuk membiayai program kementerian secara langsung. MBG 200 Triliun, Koperasi Desa Merah Putih semua anggaran membiayai program langsung ke daerah.
Daerah hanya mengantungkan sumber anggaran dari transfer daerah, disaat yang sama TKD di pangkas.
Konsekwensi logisnya sikulasi anggaran berputar lambat.
Saat ini dolar menguat dan rupiah melemah. Jika posisi dolar terus menguat 17.000 kepada 22.000 di pastikan ekonomi akan tambah sulit.
Situasi geopolitik intetnasional yang semakin tidak pasti. Situasi ini akan menambah kesulitan dan krisis multi dimensional.
Karena itu, perlu evaluasi dan cabut kebihakan efisiensi. Jika daerah tercekik dan ekonomi sulit, gejolak sosial apapun akan memicu gejolak yang lebih besar. Dan itu, negara akan kerepotan.
- Penulis: Athor
