Senator ARK; Jakarta Hianati UU Otsus Dampaknya OAP Diadudomba
- account_circle Athor
- calendar_month Kam, 12 Mar 2026
- visibility 15

Jakarta 12 Maret 2026, polemik bubarkan MRP semakin memanas di tanah Papua. Senator ARK Angkat bicara.
Menurut ARK, kegaduhan di tanah Papua ini bermula dari pernyataan kekecewaan koleganya PFM yang menilai Majelis Rakyat Papua tidak membela kepentingan orang asli Papua.
Arus investasi yang masuk melalui izin sawit, tambanh bahkan PSN merampas lahan milik rakyat. Sementara, OAP tidak berdaya menolakn agenda investasi tersebut.
Kepada media ini di jakarta, Ark menyampaikan bahwa semua ini akibat dari penghianatan undang-undang Otsus. Sistem perizinan yang satu pintu di Jakarta sehingga tidak ada pertimbangan tentang dampak pengusaan lahan di tanah Papua.
Pemerintah daerah dan MRP di paksa tunduk kepada kebijakan investasi langsung. Mekanisme perizinan satu pintu memaksa daerah tunduk.
Menurut ARK, Padahal Undang-undang Otsus memberi kewenangan kepada daerah untuk menetapkan kebijakannya sendiri. Termasuk menolak agenda Pembangunan yang di anggap tidak relefan dengan kebutuhan daerah termasuk menolak.
Pemerintahan kembali ke era suharto dimana semua kewenangan sentralistik. Daerah hahya menerima tanpa melawan. Prinsip lex specialis Otsus Papua menjadi ompong. Sekarang MRP justru di hakimi oleh orang Papua sendiri.
Orang Papua saling konflik sendiri akibat kebijakan yang sentralistik dan penghianatan pemerintah pusat terhadap Otsus sebagai kebijakan yang di berikan negara. Negara justru abai terhadap regulasi Otsus yang di buat pemerintah pusat.
- Penulis: Athor
