Senator ARK Minta Pemerintah Dan Perusahaan Sawit Hormati Masyarakat Adat Sorong Selatan Dan Kedepankan Dialog
- account_circle Athor
- calendar_month Rab, 18 Feb 2026
- visibility 9

Sorong 18 Februari 2026, Senator ARK memberikan tangapan terkait konflik masyarakat adat dan swasta perusahan sawit di sorong selatan.
Menurut ARK, protes masyarakat ini di tangapi dengan cara dialog dan mendengar kemauan masyarakat. Kita seolah seperti mau konflik dengan masyarakat sendiri. Ini di sayangkan, kehadiran pemerintah dan seluruh perangkatnya harus bisa memastikan hak-hak masyarakat di lindungi.
Begitu juga swasta perusahaan sawit, harus ada dialog dan dengar kehendak masyarakat. Tanah Papua ini bukan tanah kosong. Tanah adat dan masyarakat adat di akui dalam UUD.
Pak prabowo mengusung konsep no one leav behind. Tidak ada satu orang, subyek maupun komunitas tertinggal, terlupakan bahkan terabaikan dalam Proses pembangunan. Semua orang di hormati kedudukannya.
Mengapa selalu suara rakyat di angap angin lalu dalam laju investasi di tanah Papua, termasuk masyarakat adat distrik konda Kabupaten Sorong selatan. Mari mengunakan hati nurani melihat ini.
Sambung ARK, Nasionalisme Republik Kita Bernafaskan penghormatan kedudukan masyarakat, termasuk subyek Masyarakat adat yang penting dalam lahirnya republik.
Lanjut ARK, Pemerintah inggat bahwa pasal 33 Tentang Bumi, Kekayaam alam tidak boleh di tafsirkan secara otoriter seolah-olah negara mengabaikan kedudukan dan eksistensi masyarakat adat. Sebelum pasal 33 ada pasal 18 A dan B. Negara mengakui satuan sosial masyarakat adat.
Pemerintah Provinsi PBD, Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan, DPRP, MRP perlu respon. Masyarakat tidak boleh seperti ayam kehilangan induk. Pemerintahan ini From The People, By The People To The People. Dari, oleh dan untuk rakyat, rakyat tidak boleh jadi anak piatu.
- Penulis: Athor
