Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Setujui APBD 2026, Fraksi Otsus DPR-PBD Kritik Program Pemerintah Tidak Berpihak OAP

Setujui APBD 2026, Fraksi Otsus DPR-PBD Kritik Program Pemerintah Tidak Berpihak OAP

  • account_circle Athor
  • calendar_month Kam, 20 Nov 2025
  • visibility 13
  • comment 0 komentar

HNP, Sorong – Berdasarkan hasil rapat dan kajian internal Fraksi Otonomi Khusus Dewan Perwakilan Rakyat Papua Barat Daya (Fraksi Otsus DPRP PBD), Fraksi Otsus memberikan pendapat akhir terkait jawaban yang disampaikan Gubernur Papua Barat Daya atas pandangan umum dari fraksi di DPRP PBD.

Franky Umpain selaku koordinator dan juru bicara Fraksi Otsus DPRP PBD menegaskan pendapat disusun untuk memberikan masukan yang konstruktif dan menjelaskan arah kebijakan yang perlu diprioritaskan demi mewujudkan pembangunan yang lebih efisien dan efektif di Provinsi Papua Barat Daya.

“Kami menyadari bahwa anggaran daerah terbatas dan harus dikelola dengan bijaksana serta efektif, sehingga setiap kebijakan dan program yang dilaksanakan harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Oleh karena itu, Fraksi Otsus berharap Pemprov PBD dapat fokus pada pencapaian pembangunan yang berdampak nyata dan terukur bagi masyarakat di Papua Barat Daya,” ucap Franky.

Lebih lanjut, Franky menyebut Fraksi Otsus mengapresiasi Pemprov PBD dalam merumuskan kebijakan fiskal daerah, namun dinilai perlu ada langkah konkrit dalam pengelolaan anggaran agar lebih efisien.

“Kami usulkan anggaran daerah lebih difokuskan pada program yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat, seperti pembangunan infrastruktur dasar, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi lokal. Fraksi Otsus mengapresiasi kebijakan Gubenur mengurangi alokasi anggaran untuk kegiatan yang bersifat seremonial dan tidak memberikan dampak langsung bagi Masyarakat,” tegas Franky.

Fraksi Otsus merekomendasi :

  • Untuk meningkatkan pelayananan kesehatan bagi masyarakat PBD, Pemprov disarankan menaikan tipe Rumah sakit Jhon Pith Wanane dari tipe C ke Tipe B, sehingga pelayanan mengunakan alat canggih, seperti Cathlab, operasi jantung terbuka, hemoedialisa/cuci darah dapat dilakukan dengan biaya yang di cover oleh BPJS Kesehatan.
  • Fraksi Otsus mendang penting peningkatan SDM bagi OAP di bidang kesehatan dengan mengalokasikan biaya (beasiswa) pendidikan dokter spesialis dan tenaga medis lainnya tersertifikasi.
  • Fraksi Otsus mendorong adanya dana talangan yang bersumber dari dana Otsus untuk membiayai kebutuhan pelayanan kesehatan OAP yang tidak tercover oleh BPJS Kesehatan yang dikelola Rumah Sakit Daerah.
  • Fraksi Otsus memandang perlu pengadaan ambulance laut untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat wilayah pesisir (wilayah 3T).
  • Fraksi Otsus mendorong Pemprov PBD segera membentuk Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Daerah (KPAD) PBD karena meningkatnya kasus HIV-AIDS di Papua Barat Daya.
  • Fraksi Otsus memandang perlu membentuk Tim Khusus (Timsus) beranggotakan Pemerintah Pusat dan Daerah yang konsen terhadap syarat penyaluran dan penyerapan APBD yang bersumber dari dana Otsus.

Khusus bidang pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) di Provinsi Papua Barat Daya, Fraksi Otsus menyambut baik rencana pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan, namun pengelolaan tersebut harus melibatkan masyarakat lokal dalam perencanaan dan pelaksanaan. Selain itu, perlu kontrol ketat terhadap dampak lingkungan dari eksploitasi SDA. Karena itu Fraksi Otsus merekomendasikan

a). Pemprov PBD harus memastikan kebijakan pengelolaan SDA berpihak pada pemberdayaan masyarakat adat dan kelestarian lingkungan; serta

b). Perizinan pengelolaan SDA melibatkan Masyarakat Adat dengan transparansi terhadap kontrak eksploitasi SDA dan alokasi pendapatan yang diperoleh untuk pembangunan daerah.

Franky menyampaikan bahwa peningkatan SDM merupakan hal sangat penting, terutama dalam menciptakan tenaga kerja yang terampil dan siap menghadapi tantangan global. Fraksi Otsus mendorong program pendidikan dan pelatihan lebih berfokus pada keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia usaha lokal dengan merekomendasikan melakukan program pendidikan yang berbasis keterampilan sesuai dengan kebutuhan industri lokal dan permintaan pasar serta Meningkatkan akses pendidikan dan pelatihan di daerah-daerah terpencil untuk memastikan pemerataan kesempatan bagi seluruh masyarakat.

Untuk bidang Kesejahteraan Sosial dan Ekonomi, Fraksi Otsus berharap bantuan sosial dapat lebih terarah dan tepat sasaran, serta tidak bersifat sementara. Program-program pemberdayaan ekonomi lokal harus lebih diperkuat untuk mengurangi ketergantungan pada bantuan sosial. Fraksi Otsus merekomendasikan Program bantuan sosial harus disertai dengan program pemberdayaan ekonomi agar masyarakat dapat mandiri; serta Mendorong membangun Inkubator Ekonomi Kreatif dan Bisnis bagi OAP, sehingga menjadi market utama yang dapat memberikan manfaat langsung kepada Mama-mama Papua.

Berdasarkan evaluasi dan pandangan kami terhadap jawaban Gubernur, Fraksi Otsus memberikan beberapa catatan strategis sebagai berikut :

  1. Perdasus tentang Pengakuan Hak Masyarakat Hukum Adat.
  2. Perdasus tentang Pendataan Basis Data Pokok OAP.
  3. Perdasus tentang Kependudukan dan ketenagakerjaan OAP.
  4. Perdasus tentang Majelis Adat untuk melaksanakan Peradilan Adat.
  5. Perdasus tentang Pengadaan Barang dan Jasa yang berpihak pada pengusaha Asli Papua.
  6. Perdasus tentang Manajemen Kepegawaian.
  7. Perdasus tentang Perlindungan, Keberpihakan dan Pemberdayaan terhadap UMKM, Ekonomi Kreatif dan Pengembangan Industri Lokal.
  8. Perdasus tentang Perlindungan Destinasi Raja Ampat sebagai tujuan Wisata Internasional.
  9. Mendorong Perda RTRW Papua Barat Barat Daya memasukan Nomenklatur Masyarakat Adat.
  10. Mendorong adanya DANA Otsus untuk Pembanguan Rumah Layak Huni bagi OAP.
  11. Mendorong adanya DANA Otsus bagi Pembangunan Sarana Prasarana Adat bagi OAP.
  12. Perlu melaksanakan Mandatoris Spending Dana Otsus dengan Tegas dan Jelas sesuai kewenangan Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota, sehingga masing-masing daerah dapat melaksanakan tanggungjawab dengan baik.
  13. Fraksi Otsus memandang perlu memberikan apresiasi kepada siswa Golden Gate yang telah mengharumkan nama Indonesia dan Provinsi Papua Barat Daya pada Ajang Internasional Saince and Invention Fair (ISIF) 2025 di Bali dengan perolehan 6 medali Emas.

Sebagai penutup, Franky menegaskan bahwa Fraksi Otsus menyatakan menerima Rancangan APBD T.A 2026 untuk ditetapkan Menjadi APBD T.A 2026, serta menyadari kebijakan fiskal dalam APBD T.A 2026 sangat minim, sehingga Fraksi Otsus berharap point-point yang kami sampaikan terkait kemaslahatan OAP dapat dimasukan dalam arah kebijakan strategis APBD.T.A 2026.

  • Penulis: Athor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Senator ARK, Supaya Adil Pemerintah Pusat Pangkas Anggaran Tetapi Berikan Kewenangan Fiskal Sepenuhnya Kepada Papua

    Senator ARK, Supaya Adil Pemerintah Pusat Pangkas Anggaran Tetapi Berikan Kewenangan Fiskal Sepenuhnya Kepada Papua

    • calendar_month Rab, 26 Nov 2025
    • account_circle Athor
    • visibility 4
    • 0Komentar

    HPN,- Jakarta 16 November 2025, Senator Angustinus R. Kambuaya Angkat Bicara Soal Pemangkasan Anggaaran Bagi Tanah Papua. Menurut Senator ARK, Otonomi khusus dalam kerangka negara kesatuan adalah memberi wewenang penuh dan membatasi beberapa kewenangan khusus. Kewenangan yang dibatasi adalah; Urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi politik luar negeri, pertahanan, […]

  • Senator ARK, Minta Presiden Tegur MENPAN RB, Status PNS Honorer 3 Kabupaten Di Papua Barat Daya Molor

    Senator ARK, Minta Presiden Tegur MENPAN RB, Status PNS Honorer 3 Kabupaten Di Papua Barat Daya Molor

    • calendar_month Rab, 26 Nov 2025
    • account_circle Athor
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Jakarta 26 November 2025, Senator ARK Medesak MENPAN RB Agar mempercepat Formasi CPNS 2021 Sejumlah 546 Segera Diselesaikan Tahun Ini. Senator Asal Papua Barat Daya Agustinus R. Kambuaya meyoroti lambatnya proses admknistrasi dan tahapan rekrutmen CPNS Kabupaten Tambrauw yang terkesan lambat. Menurut Senator ARK, Kehadiran Bupati Tanbrauw Yeskiel Yesnat, SE, M.Si ke MENPAN RB untuk […]

  • Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,04 Persen pada 2025

    Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan III-2025 Tembus 5,04%, Digitalisasi IKM Dipercepat Pemerintah

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • account_circle Dicky
    • visibility 19
    • 0Komentar

    HPN, Kota Bogor – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan III-2025 mencapai 5,04 persen, dengan sektor manufaktur mendorong kenaikan tersebut. Sektor ini menyumbang 17,39 persen terhadap PDB dan tumbuh 5,58 persen. Selain itu, investasi di bidang manufaktur meningkat hingga Rp193,4 triliun atau 39,36 persen dari total investasi nasional. Sementara itu, peran Industri Kecil dan Menengah (IKM) […]

  • Terkait mandeknya pembahasan RUU Masyarakat Adat, Senator Agustinus R. Kambuaya angkat bicara.

    UU Omibuslauw Tancap Gas, RUU Masyarakat Adat Jalan Ditempat

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • account_circle Athor
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Harapan Negeri, Jakarta, 14 November 2025  Terkait mandeknya pembahasan RUU Masyarakat Adat, Senator Agustinus R. Kambuaya angkat bicara. Menurut Senator yang akrab di sapa ARK ini, bahwa Perjuangan masyarakat adat untuk mendapatkan pengakuan, keberpihakan dan Proteksi seolah bagaikan punguk merindukan bulan Ironi RUU Masyarakat adat yang mandek selama 10 Tahun menunjukan bahwa Atribut busana adat […]

  • Senator ARK, Tanpa Sadar Kita Kembali Menjalankan Pemerintahan Sentralistik

    Senator ARK, Tanpa Sadar Kita Kembali Menjalankan Pemerintahan Sentralistik

    • calendar_month Sel, 25 Nov 2025
    • account_circle Athor
    • visibility 12
    • 0Komentar

    HPN, Jakarta 15 November 2025, Senator Asal Papua Barat Daya Agustinus R. Kambuaya menyoroti kecenderungan pemerintahan yang mengarah pada kembalinnya sentralisasi kewenangan. Ciri utama pemerintahan sentralistik adalah pemusatan seluruh wewenang dan kekuasaan pada pemerintah pusat, sehingga pemerintah daerah sangat bergantung pada keputusan pemerintah pusat. Hal ini menyebabkan proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan kebijakan […]

  • Senator ARK, FGD Ranperda Dan PERDA Kebutuhan Pembangunan Daerah

    Senator ARK, FGD Ranperda Dan PERDA Kebutuhan Pembangunan Daerah

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • account_circle Dicky
    • visibility 16
    • 0Komentar

    HNP, Sorong 17 November 2025, Badan Urusan Legislasi Daerah Republik Indonesia (BULD-DPD RI) dalam kunjungan ke Papua Barat Daya dalam rangka Inventarisasi Ranperda dan PERDA. Mengawali sambutan FGD, Senator Asal Papua Barat Daya Agustinus R. Kambuaya menyampaikan harapan kepada Kemendagri, Kanwil Hukum Papua Barat untuk secara intens dan serius mendukung Program Legislasi Daerah Provinsi Papua […]

expand_less