Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Internasional » Kontras Legislasi: RUU Masyarakat Adat Mandek 10 Tahun, Omnibus Law Melaju Pesat

Kontras Legislasi: RUU Masyarakat Adat Mandek 10 Tahun, Omnibus Law Melaju Pesat

  • account_circle Athor
  • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
  • visibility 169

JAKARTAMasyarakat Adat Suku Sasak Lombok Tengah– Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Dapil Papua Barat Daya, Agustinus R. Kambuaya, S.I.P., S.H., menyoroti ironi dalam proses legislasi nasional, di mana Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat tak kunjung disahkan setelah satu dekade, sementara Undang-Undang Omnibus Law justru dipercepat. Kondisi ini, menurutnya, menunjukkan minimnya keberpihakan negara terhadap hak-hak masyarakat adat.

Perjuangan masyarakat adat untuk mendapatkan pengakuan, keberpihakan, dan perlindungan masih bagaikan pungguk merindukan bulan. Ironisnya, RUU Masyarakat Adat yang telah mandek selama 10 tahun menunjukkan bahwa atribut busana adat dan tari-tarian hanya menghiasi acara seremonial nasional.

“Masyarakat adat, yang sesungguhnya adalah pemilik kedaulatan wilayah dan politik, terpaksa menerima kenyataan sistem bernegara yang menuntut pengakuan hukum melalui mekanisme perundang-undangan, yang diproses dari dinamika politik yang sarat kepentingan,” ujar Agustinus Kambuaya.

Ia menambahkan, meskipun masyarakat adat disebutkan dalam UUD 1945 Pasal 18B dan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 35, secara substansi belum ada keberpihakan dan pengayoman yang memadai.

Di sisi lain, dominasi dan determinasi politik hukum negara untuk melaksanakan Pasal 33 UUD 1945 tentang penguasaan negara atas sumber kekayaan alam justru mendapat keistimewaan. Undang-Undang Omnibus Law dengan rezim perizinan berusahanya memberikan karpet merah, kemudahan, dan kecepatan berusaha bagi swasta dan BUMN.

“Alhasil, proses pembahasan UU Omnibus Law yang datang belakangan langsung menyalip RUU Masyarakat Adat di tikungan tajam politik legislasi nasional,” tegasnya.

Agustinus Kambuaya menekankan bahwa Tahun 2026 harus menjadi momentum untuk mendorong kembali RUU Masyarakat Adat dan menjadikannya RUU Prioritas yang ditetapkan sebagai bentuk jawaban dan jaminan negara kepada warga negaranya, khususnya masyarakat adat Nusantara.

  • Penulis: Athor

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tegur Dan Pecat Menpan RB, Penghianat Undang-undang Otsus

    Tegur Dan Pecat Menpan RB, Penghianat Undang-undang Otsus

    • calendar_month Jum, 20 Feb 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 67
    • 0Komentar

    PBD 20 Februari 2026, Kepada HPN Senator ARK Menyampaikan pandandan dan kritikan keras kepada MENPAN BR. Menurut Senator yang akrab di sapa ARK. Menpan RB Tidak hargai UU Otsus. Menurut ARK, Undang-undang Otsus sama kedudukanya sama dengan UU ASN. Mengapa dalam prakteknya resim undang-undang ASN lebih mendominasi UU Pemerintahan Daerah 23 dan 32 bahkan UU […]

  • Bertemu Wamen Pariwisata, Senator ARK Mengusulkan Program 2026 Untuk PBD

    Bertemu Wamen Pariwisata, Senator ARK Mengusulkan Program 2026 Untuk PBD

    • calendar_month Sel, 2 Des 2025
    • account_circle Athor
    • visibility 100
    • 0Komentar

    HPN, Jakarta 2 Desember 2025, bertempat di kantor Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Dalam rangka pemantapan dan konsolidasi pembangunan pariwisata nasional, khususnya desa wisata, Senator ARK bersama tim desa bersatu Berkesempatan menyampaikan sejumlah Agenda Penting untuk Tahun 2026. Kepada wakil menteri pariwisata, Senator ARK bersama Tim Desa Bersatu berdiskusi bersama wakil menteri pariwisata. Persoalan infrastruktur, Agenda […]

  • Senator ARK, Efisiensi Peringatan Untuk PEMDA Mandiri, Hentikan Konsumtif Dan Seremonial

    Senator ARK, Efisiensi Peringatan Untuk PEMDA Mandiri, Hentikan Konsumtif Dan Seremonial

    • calendar_month Sel, 18 Nov 2025
    • account_circle Athor
    • visibility 100
    • 0Komentar

    HNP, Sorong Papua Barat Daya 2025 – Senator ARK Menyampaikan kepada harapan negeri bahwa, dinamika efisiensi ini mendorong daerah untuk berpikir keras dan inovatif. Selama ini pemerintah daerah terlalu bergantung penuh dan menegadah ketas. Mengharapkan belas kasihan transfer. Pernyataan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) harus mandiri dari sisi pendapatan adalah sebuah prinsip penting dalam otonomi daerah. […]

  • Menkopolhukam Segera Respon Dugaan Penemnakan Warga Sipil Maybrat Papua Barat Daya

    Menkopolhukam Segera Respon Dugaan Penemnakan Warga Sipil Maybrat Papua Barat Daya

    • calendar_month Sel, 18 Agu 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Senator ARK mendesak Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) segera memberikan perhatian serius terhadap dugaan penembakan warga sipil di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. Dugaan penembakan terhadap warga sipil tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Pemerintah harus memastikan keselamatan masyarakat serta mengungkap fakta dan kronologi kejadian secara objektif. “Saya meminta Menkopolhukam segera merespons […]

  • Senator ARK; Presiden Juru Damai Konflik Iran, Konflik Bersenjata Dan Konflik Tapal Batas Di Papua Belum Tuntas, Lebih Baik Fokus Dalam Negeri

    Senator ARK; Presiden Juru Damai Konflik Iran, Konflik Bersenjata Dan Konflik Tapal Batas Di Papua Belum Tuntas, Lebih Baik Fokus Dalam Negeri

    • calendar_month Sen, 9 Mar 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Jakarta, ARK, 9 April 2026, Cuplikan berita nasional ramai soal iran vs israel. Tidak hanya itu, semakin riuh lagi ketika Prabowo Mau Jadi Juru Damai atau juru selamat dalam konflik panjang tersebut. Sementara itu senator asal Papua Barat Daya Agustinus R Kambuaya, Memberi Tanggapan Lain. Senator yang merupakan Anggota Badan Kerjasama Parlemen Antara Negara itu menilai […]

  • Senator ARK Menyoroti Kemahalan Dan Perubahan Rute Penerbangan Garuda Ke PBD

    Senator ARK Menyoroti Kemahalan Dan Perubahan Rute Penerbangan Garuda Ke PBD

    • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Jakarta 29 Januari 2026, Senator ARK Menyoroti Berubahnya Rute Penerbangan Lobok -Bali Sorong yang berubah. Kepada HPN, Senator ARK menyampaikan keprihatinan dan Protes atas berubahnya rute penrbangan sejumlah maskapai. Garuda yang awalnya melayani Lombok- Bali -Sorong atau Bali via Makasar -Sorong. Perubahan rute penerbangan yang mulai jarang ini akan mengangu target eko turisem kita. Target […]

expand_less