Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Setujui APBD 2026, Fraksi Otsus DPR-PBD Kritik Program Pemerintah Tidak Berpihak OAP

Setujui APBD 2026, Fraksi Otsus DPR-PBD Kritik Program Pemerintah Tidak Berpihak OAP

  • account_circle Athor
  • calendar_month Kam, 20 Nov 2025
  • visibility 62

HNP, Sorong – Berdasarkan hasil rapat dan kajian internal Fraksi Otonomi Khusus Dewan Perwakilan Rakyat Papua Barat Daya (Fraksi Otsus DPRP PBD), Fraksi Otsus memberikan pendapat akhir terkait jawaban yang disampaikan Gubernur Papua Barat Daya atas pandangan umum dari fraksi di DPRP PBD.

Franky Umpain selaku koordinator dan juru bicara Fraksi Otsus DPRP PBD menegaskan pendapat disusun untuk memberikan masukan yang konstruktif dan menjelaskan arah kebijakan yang perlu diprioritaskan demi mewujudkan pembangunan yang lebih efisien dan efektif di Provinsi Papua Barat Daya.

“Kami menyadari bahwa anggaran daerah terbatas dan harus dikelola dengan bijaksana serta efektif, sehingga setiap kebijakan dan program yang dilaksanakan harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Oleh karena itu, Fraksi Otsus berharap Pemprov PBD dapat fokus pada pencapaian pembangunan yang berdampak nyata dan terukur bagi masyarakat di Papua Barat Daya,” ucap Franky.

Lebih lanjut, Franky menyebut Fraksi Otsus mengapresiasi Pemprov PBD dalam merumuskan kebijakan fiskal daerah, namun dinilai perlu ada langkah konkrit dalam pengelolaan anggaran agar lebih efisien.

“Kami usulkan anggaran daerah lebih difokuskan pada program yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat, seperti pembangunan infrastruktur dasar, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi lokal. Fraksi Otsus mengapresiasi kebijakan Gubenur mengurangi alokasi anggaran untuk kegiatan yang bersifat seremonial dan tidak memberikan dampak langsung bagi Masyarakat,” tegas Franky.

Fraksi Otsus merekomendasi :

  • Untuk meningkatkan pelayananan kesehatan bagi masyarakat PBD, Pemprov disarankan menaikan tipe Rumah sakit Jhon Pith Wanane dari tipe C ke Tipe B, sehingga pelayanan mengunakan alat canggih, seperti Cathlab, operasi jantung terbuka, hemoedialisa/cuci darah dapat dilakukan dengan biaya yang di cover oleh BPJS Kesehatan.
  • Fraksi Otsus mendang penting peningkatan SDM bagi OAP di bidang kesehatan dengan mengalokasikan biaya (beasiswa) pendidikan dokter spesialis dan tenaga medis lainnya tersertifikasi.
  • Fraksi Otsus mendorong adanya dana talangan yang bersumber dari dana Otsus untuk membiayai kebutuhan pelayanan kesehatan OAP yang tidak tercover oleh BPJS Kesehatan yang dikelola Rumah Sakit Daerah.
  • Fraksi Otsus memandang perlu pengadaan ambulance laut untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat wilayah pesisir (wilayah 3T).
  • Fraksi Otsus mendorong Pemprov PBD segera membentuk Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Daerah (KPAD) PBD karena meningkatnya kasus HIV-AIDS di Papua Barat Daya.
  • Fraksi Otsus memandang perlu membentuk Tim Khusus (Timsus) beranggotakan Pemerintah Pusat dan Daerah yang konsen terhadap syarat penyaluran dan penyerapan APBD yang bersumber dari dana Otsus.

Khusus bidang pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) di Provinsi Papua Barat Daya, Fraksi Otsus menyambut baik rencana pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan, namun pengelolaan tersebut harus melibatkan masyarakat lokal dalam perencanaan dan pelaksanaan. Selain itu, perlu kontrol ketat terhadap dampak lingkungan dari eksploitasi SDA. Karena itu Fraksi Otsus merekomendasikan

a). Pemprov PBD harus memastikan kebijakan pengelolaan SDA berpihak pada pemberdayaan masyarakat adat dan kelestarian lingkungan; serta

b). Perizinan pengelolaan SDA melibatkan Masyarakat Adat dengan transparansi terhadap kontrak eksploitasi SDA dan alokasi pendapatan yang diperoleh untuk pembangunan daerah.

Franky menyampaikan bahwa peningkatan SDM merupakan hal sangat penting, terutama dalam menciptakan tenaga kerja yang terampil dan siap menghadapi tantangan global. Fraksi Otsus mendorong program pendidikan dan pelatihan lebih berfokus pada keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia usaha lokal dengan merekomendasikan melakukan program pendidikan yang berbasis keterampilan sesuai dengan kebutuhan industri lokal dan permintaan pasar serta Meningkatkan akses pendidikan dan pelatihan di daerah-daerah terpencil untuk memastikan pemerataan kesempatan bagi seluruh masyarakat.

Untuk bidang Kesejahteraan Sosial dan Ekonomi, Fraksi Otsus berharap bantuan sosial dapat lebih terarah dan tepat sasaran, serta tidak bersifat sementara. Program-program pemberdayaan ekonomi lokal harus lebih diperkuat untuk mengurangi ketergantungan pada bantuan sosial. Fraksi Otsus merekomendasikan Program bantuan sosial harus disertai dengan program pemberdayaan ekonomi agar masyarakat dapat mandiri; serta Mendorong membangun Inkubator Ekonomi Kreatif dan Bisnis bagi OAP, sehingga menjadi market utama yang dapat memberikan manfaat langsung kepada Mama-mama Papua.

Berdasarkan evaluasi dan pandangan kami terhadap jawaban Gubernur, Fraksi Otsus memberikan beberapa catatan strategis sebagai berikut :

  1. Perdasus tentang Pengakuan Hak Masyarakat Hukum Adat.
  2. Perdasus tentang Pendataan Basis Data Pokok OAP.
  3. Perdasus tentang Kependudukan dan ketenagakerjaan OAP.
  4. Perdasus tentang Majelis Adat untuk melaksanakan Peradilan Adat.
  5. Perdasus tentang Pengadaan Barang dan Jasa yang berpihak pada pengusaha Asli Papua.
  6. Perdasus tentang Manajemen Kepegawaian.
  7. Perdasus tentang Perlindungan, Keberpihakan dan Pemberdayaan terhadap UMKM, Ekonomi Kreatif dan Pengembangan Industri Lokal.
  8. Perdasus tentang Perlindungan Destinasi Raja Ampat sebagai tujuan Wisata Internasional.
  9. Mendorong Perda RTRW Papua Barat Barat Daya memasukan Nomenklatur Masyarakat Adat.
  10. Mendorong adanya DANA Otsus untuk Pembanguan Rumah Layak Huni bagi OAP.
  11. Mendorong adanya DANA Otsus bagi Pembangunan Sarana Prasarana Adat bagi OAP.
  12. Perlu melaksanakan Mandatoris Spending Dana Otsus dengan Tegas dan Jelas sesuai kewenangan Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota, sehingga masing-masing daerah dapat melaksanakan tanggungjawab dengan baik.
  13. Fraksi Otsus memandang perlu memberikan apresiasi kepada siswa Golden Gate yang telah mengharumkan nama Indonesia dan Provinsi Papua Barat Daya pada Ajang Internasional Saince and Invention Fair (ISIF) 2025 di Bali dengan perolehan 6 medali Emas.

Sebagai penutup, Franky menegaskan bahwa Fraksi Otsus menyatakan menerima Rancangan APBD T.A 2026 untuk ditetapkan Menjadi APBD T.A 2026, serta menyadari kebijakan fiskal dalam APBD T.A 2026 sangat minim, sehingga Fraksi Otsus berharap point-point yang kami sampaikan terkait kemaslahatan OAP dapat dimasukan dalam arah kebijakan strategis APBD.T.A 2026.

  • Penulis: Athor

Rekomendasi Untuk Anda

  • Senator ARK, Semua Parpol Nasional Di Papua Harus Perjuangkan Aspirasi Daerah Termasuk TKD Sampai Ke Presiden

    Senator ARK, Semua Parpol Nasional Di Papua Harus Perjuangkan Aspirasi Daerah Termasuk TKD Sampai Ke Presiden

    • calendar_month Kam, 27 Nov 2025
    • account_circle Athor
    • visibility 89
    • 0Komentar

    HPN, Jakarta 27 November 2025, Senator Agustinus R. Kambuaya mendorong partai nasional yang hadir di tanah Papua untuk memperjuangkan aspirasi rakyat Papua di level nasional. Khsusnya partai kualisi Presiden. Setiap DPD Partai Nasional yang hadir di Papua harus mampu mengartikulasikan derita rakyat, aspirasi rakyat dan terutama jeritan pemerintah daerah yang menghadapi PEMANGKASAN TRANSFER KEUANGAN DAERAH […]

  • Senator ARK; Minta DPR, MRP, PEMDA Se-Tanah Papua Sinergi Untuk 7 Agenda Mendesak

    Senator ARK; Minta DPR, MRP, PEMDA Se-Tanah Papua Sinergi Untuk 7 Agenda Mendesak

    • calendar_month Sen, 9 Mar 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 27
    • 0Komentar

    SORONG – SUN.NEWS.CO..Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Agustinus R. Kambuaya, S.I.P., S.H., yang akrab disapa Senator ARK, menekankan pentingnya langkah konkret dari DPR Provinsi di seluruh Tanah Papua dan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk merespons kebutuhan mendesak masyarakat lokal Pada senin 09/03/2026. Ia menyarankan tujuh poin agenda prioritas yang harus segera dikerjakan guna […]

  • Senator ARK, Tanpa Sadar Kita Kembali Menjalankan Pemerintahan Sentralistik

    Senator ARK, Tanpa Sadar Kita Kembali Menjalankan Pemerintahan Sentralistik

    • calendar_month Sel, 25 Nov 2025
    • account_circle Athor
    • visibility 68
    • 0Komentar

    HPN, Jakarta 15 November 2025, Senator Asal Papua Barat Daya Agustinus R. Kambuaya menyoroti kecenderungan pemerintahan yang mengarah pada kembalinnya sentralisasi kewenangan. Ciri utama pemerintahan sentralistik adalah pemusatan seluruh wewenang dan kekuasaan pada pemerintah pusat, sehingga pemerintah daerah sangat bergantung pada keputusan pemerintah pusat. Hal ini menyebabkan proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan kebijakan […]

  • Tegur Dan Pecat Menpan RB, Penghianat Undang-undang Otsus

    Tegur Dan Pecat Menpan RB, Penghianat Undang-undang Otsus

    • calendar_month Jum, 20 Feb 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 23
    • 0Komentar

    PBD 20 Februari 2026, Kepada HPN Senator ARK Menyampaikan pandandan dan kritikan keras kepada MENPAN BR. Menurut Senator yang akrab di sapa ARK. Menpan RB Tidak hargai UU Otsus. Menurut ARK, Undang-undang Otsus sama kedudukanya sama dengan UU ASN. Mengapa dalam prakteknya resim undang-undang ASN lebih mendominasi UU Pemerintahan Daerah 23 dan 32 bahkan UU […]

  • Senator ARK, Penghargaan The One Indonesia Magazin Jadi Motivasi Untuk Berkarya

    Senator ARK, Penghargaan The One Indonesia Magazin Jadi Motivasi Untuk Berkarya

    • calendar_month Sab, 24 Jan 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Bali 23 Januari 2026, The One Indonesia Magazin Mengelar Indonesia Innovation Excellence AWARD. Penghargaan di lakukan dengan penilaian pada sejumlah Aspek dan Kategori. Ada Figur Kepala Daerah, Tokoh Sosial Masyarakat dalam pengabdiannya. Senator ARK masuk dalam Nominasi The Most Inspiring Connectiing People Aspiration. Pada kesempatan menerima penghargaan, Senator ARK Memberikan sambutan yang mengugah. ARK menyampaikan […]

  • Bahas UU Perlindungan Petani, Senator ARK Tolak Sawit  Lebih Baik Hilirisasi Pertanian

    Bahas UU Perlindungan Petani, Senator ARK Tolak Sawit Lebih Baik Hilirisasi Pertanian

    • calendar_month Sel, 20 Jan 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Jakarta Senayan 20 Januari 2026, dalam rangka pembagasan UU Perlindungan Petani, Senator Ark menyampaikan sejumlah isu strategis Isu strategis Papua sesuguhnya bukan soal tambang dan sawit. Tetapi sesuguhnya isu lokal pertaniannnya adalah bagaimana mengubah nilai lebih hasil pertanian, perukanan dll. Perkebunan sawit bukan kebutuhan Papua. Orang asli Papua membutuhkan teknologi pertanian dan pengolahan perikanan. Hilirisasi […]

expand_less