Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Setujui APBD 2026, Fraksi Otsus DPR-PBD Kritik Program Pemerintah Tidak Berpihak OAP

Setujui APBD 2026, Fraksi Otsus DPR-PBD Kritik Program Pemerintah Tidak Berpihak OAP

  • account_circle Athor
  • calendar_month Kam, 20 Nov 2025
  • visibility 85

HNP, Sorong – Berdasarkan hasil rapat dan kajian internal Fraksi Otonomi Khusus Dewan Perwakilan Rakyat Papua Barat Daya (Fraksi Otsus DPRP PBD), Fraksi Otsus memberikan pendapat akhir terkait jawaban yang disampaikan Gubernur Papua Barat Daya atas pandangan umum dari fraksi di DPRP PBD.

Franky Umpain selaku koordinator dan juru bicara Fraksi Otsus DPRP PBD menegaskan pendapat disusun untuk memberikan masukan yang konstruktif dan menjelaskan arah kebijakan yang perlu diprioritaskan demi mewujudkan pembangunan yang lebih efisien dan efektif di Provinsi Papua Barat Daya.

“Kami menyadari bahwa anggaran daerah terbatas dan harus dikelola dengan bijaksana serta efektif, sehingga setiap kebijakan dan program yang dilaksanakan harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Oleh karena itu, Fraksi Otsus berharap Pemprov PBD dapat fokus pada pencapaian pembangunan yang berdampak nyata dan terukur bagi masyarakat di Papua Barat Daya,” ucap Franky.

Lebih lanjut, Franky menyebut Fraksi Otsus mengapresiasi Pemprov PBD dalam merumuskan kebijakan fiskal daerah, namun dinilai perlu ada langkah konkrit dalam pengelolaan anggaran agar lebih efisien.

“Kami usulkan anggaran daerah lebih difokuskan pada program yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat, seperti pembangunan infrastruktur dasar, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi lokal. Fraksi Otsus mengapresiasi kebijakan Gubenur mengurangi alokasi anggaran untuk kegiatan yang bersifat seremonial dan tidak memberikan dampak langsung bagi Masyarakat,” tegas Franky.

Fraksi Otsus merekomendasi :

  • Untuk meningkatkan pelayananan kesehatan bagi masyarakat PBD, Pemprov disarankan menaikan tipe Rumah sakit Jhon Pith Wanane dari tipe C ke Tipe B, sehingga pelayanan mengunakan alat canggih, seperti Cathlab, operasi jantung terbuka, hemoedialisa/cuci darah dapat dilakukan dengan biaya yang di cover oleh BPJS Kesehatan.
  • Fraksi Otsus mendang penting peningkatan SDM bagi OAP di bidang kesehatan dengan mengalokasikan biaya (beasiswa) pendidikan dokter spesialis dan tenaga medis lainnya tersertifikasi.
  • Fraksi Otsus mendorong adanya dana talangan yang bersumber dari dana Otsus untuk membiayai kebutuhan pelayanan kesehatan OAP yang tidak tercover oleh BPJS Kesehatan yang dikelola Rumah Sakit Daerah.
  • Fraksi Otsus memandang perlu pengadaan ambulance laut untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat wilayah pesisir (wilayah 3T).
  • Fraksi Otsus mendorong Pemprov PBD segera membentuk Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Daerah (KPAD) PBD karena meningkatnya kasus HIV-AIDS di Papua Barat Daya.
  • Fraksi Otsus memandang perlu membentuk Tim Khusus (Timsus) beranggotakan Pemerintah Pusat dan Daerah yang konsen terhadap syarat penyaluran dan penyerapan APBD yang bersumber dari dana Otsus.

Khusus bidang pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) di Provinsi Papua Barat Daya, Fraksi Otsus menyambut baik rencana pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan, namun pengelolaan tersebut harus melibatkan masyarakat lokal dalam perencanaan dan pelaksanaan. Selain itu, perlu kontrol ketat terhadap dampak lingkungan dari eksploitasi SDA. Karena itu Fraksi Otsus merekomendasikan

a). Pemprov PBD harus memastikan kebijakan pengelolaan SDA berpihak pada pemberdayaan masyarakat adat dan kelestarian lingkungan; serta

b). Perizinan pengelolaan SDA melibatkan Masyarakat Adat dengan transparansi terhadap kontrak eksploitasi SDA dan alokasi pendapatan yang diperoleh untuk pembangunan daerah.

Franky menyampaikan bahwa peningkatan SDM merupakan hal sangat penting, terutama dalam menciptakan tenaga kerja yang terampil dan siap menghadapi tantangan global. Fraksi Otsus mendorong program pendidikan dan pelatihan lebih berfokus pada keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia usaha lokal dengan merekomendasikan melakukan program pendidikan yang berbasis keterampilan sesuai dengan kebutuhan industri lokal dan permintaan pasar serta Meningkatkan akses pendidikan dan pelatihan di daerah-daerah terpencil untuk memastikan pemerataan kesempatan bagi seluruh masyarakat.

Untuk bidang Kesejahteraan Sosial dan Ekonomi, Fraksi Otsus berharap bantuan sosial dapat lebih terarah dan tepat sasaran, serta tidak bersifat sementara. Program-program pemberdayaan ekonomi lokal harus lebih diperkuat untuk mengurangi ketergantungan pada bantuan sosial. Fraksi Otsus merekomendasikan Program bantuan sosial harus disertai dengan program pemberdayaan ekonomi agar masyarakat dapat mandiri; serta Mendorong membangun Inkubator Ekonomi Kreatif dan Bisnis bagi OAP, sehingga menjadi market utama yang dapat memberikan manfaat langsung kepada Mama-mama Papua.

Berdasarkan evaluasi dan pandangan kami terhadap jawaban Gubernur, Fraksi Otsus memberikan beberapa catatan strategis sebagai berikut :

  1. Perdasus tentang Pengakuan Hak Masyarakat Hukum Adat.
  2. Perdasus tentang Pendataan Basis Data Pokok OAP.
  3. Perdasus tentang Kependudukan dan ketenagakerjaan OAP.
  4. Perdasus tentang Majelis Adat untuk melaksanakan Peradilan Adat.
  5. Perdasus tentang Pengadaan Barang dan Jasa yang berpihak pada pengusaha Asli Papua.
  6. Perdasus tentang Manajemen Kepegawaian.
  7. Perdasus tentang Perlindungan, Keberpihakan dan Pemberdayaan terhadap UMKM, Ekonomi Kreatif dan Pengembangan Industri Lokal.
  8. Perdasus tentang Perlindungan Destinasi Raja Ampat sebagai tujuan Wisata Internasional.
  9. Mendorong Perda RTRW Papua Barat Barat Daya memasukan Nomenklatur Masyarakat Adat.
  10. Mendorong adanya DANA Otsus untuk Pembanguan Rumah Layak Huni bagi OAP.
  11. Mendorong adanya DANA Otsus bagi Pembangunan Sarana Prasarana Adat bagi OAP.
  12. Perlu melaksanakan Mandatoris Spending Dana Otsus dengan Tegas dan Jelas sesuai kewenangan Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota, sehingga masing-masing daerah dapat melaksanakan tanggungjawab dengan baik.
  13. Fraksi Otsus memandang perlu memberikan apresiasi kepada siswa Golden Gate yang telah mengharumkan nama Indonesia dan Provinsi Papua Barat Daya pada Ajang Internasional Saince and Invention Fair (ISIF) 2025 di Bali dengan perolehan 6 medali Emas.

Sebagai penutup, Franky menegaskan bahwa Fraksi Otsus menyatakan menerima Rancangan APBD T.A 2026 untuk ditetapkan Menjadi APBD T.A 2026, serta menyadari kebijakan fiskal dalam APBD T.A 2026 sangat minim, sehingga Fraksi Otsus berharap point-point yang kami sampaikan terkait kemaslahatan OAP dapat dimasukan dalam arah kebijakan strategis APBD.T.A 2026.

  • Penulis: Athor

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bertemu Dirjen MIGAS, Senator  ARK Mempertanyakan Kelangkaan BBM Di Papua Barat Daya

    Bertemu Dirjen MIGAS, Senator ARK Mempertanyakan Kelangkaan BBM Di Papua Barat Daya

    • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Jakarta 3 Februari 2026, Gedung Kantor Kementerian ESDM. Menyikapi kelangkaan BBM di Papua Barat Daya, Senator ARK Bertemu Direktur Jenderal BPH Migas. Menurut Senator ARK, Pengaduan ini tepat alamatnya ke Dirjen Migas. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) memiliki tugas utama merumuskan dan melaksanakan kebijakan di bidang pembinaan, pengendalian, serta pengawasan kegiatan usaha […]

  • Silpa Anggaran APBD 70 M PBD Tamparan Keras Bagi Senator ARK Yang Selalu Teriak Tambah Anggaran

    Silpa Anggaran APBD 70 M PBD Tamparan Keras Bagi Senator ARK Yang Selalu Teriak Tambah Anggaran

    • calendar_month Jum, 17 Apr 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Papua barat daya 17 April 2026, Senator ARK Angkat bicara terkait berita hasil kerja PANSUS DPR PBD Terkait LKPJ dan Silpa Anggaran. Papua Barat Daya (17/april 2026) pemberitaan hasil kerja panitia khusus (PANSUS) DPRPBD yang menyoroti kinerja pemerintah daerah, khususnya masalah serapan anggaran. Senator ARK menyampaikan kekecewaanya kepada HPN, Bahwa berita sisa anggaran 70 miliard […]

  • Intelktual Muda PBD Apresiasi Pimpinan DPD Bentuk Pansus Sikon Papua

    Intelktual Muda PBD Apresiasi Pimpinan DPD Bentuk Pansus Sikon Papua

    • calendar_month Ming, 24 Mei 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Sorong 24 Mei 2026, Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang tulus kepada Sultan Bachtiar Najamudin bersama seluruh anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia atas keputusan bersejarah membentuk Panitia Khusus (Pansus) Penanganan Konflik dan Kemanusiaan Papua. Keputusan yang ditetapkan dalam Sidang Paripurna Ke-10 di Gedung Nusantara V Kompleks Parlemen Jakarta pada 22 Mei 2026 menjadi […]

  • Senator ARK; Apresiasi Dan Siap Memfasilitasi Usulan RANPERDA DPRPBD

    Senator ARK; Apresiasi Dan Siap Memfasilitasi Usulan RANPERDA DPRPBD

    • calendar_month Sel, 7 Apr 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Sorong 7 April 2026, Saya menerima informasi fia seluler bahwa Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPR Provinsi Papua Barat Daya tengah mengusulkan dan menyusun sejumlah PERDA. Salah satu isu dan kebutuhan mendesak yang perlu di proteksi adalah tentang usulan PERDASUS OAP. Materi muatan PERDASUS ini tentu akan mendukung proses sensus orang asli Papua menuju satu data […]

  • Senator ARK, Solusi Inflasi Dan Daya Tahan Ekonomi Nasional

    Senator ARK, Solusi Inflasi Dan Daya Tahan Ekonomi Nasional

    • calendar_month Ming, 21 Jun 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Jakarta 21 Juni 2026, Senator Agustinus R Kambuaya  atau yang akrab di sapa Ark memberikan jawaban yang lugas kepada HPN tentang ketahanan ekonomi nasional Menurut Senator ARK itu, bahwa daya tahan ekonomi nasional akan tetap kuat apabila perputaran uang di masyarakat terus terjaga. Sambung ARK, Salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah mengembalikan fungsi Dana […]

  • ARK; Anak Bunuh Diri Karena Tidak Ada Uang Berputar Didesa, Dana Desa Harus Naikan 5 Miliard Per Desa

    ARK; Anak Bunuh Diri Karena Tidak Ada Uang Berputar Didesa, Dana Desa Harus Naikan 5 Miliard Per Desa

    • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Kegagahan republik kita ditampar muka dengan kejadian anak sekolah yang bunuh diri di NTT. Karena tidak bisa membeli buku, anak sekolah ini memutuskan gantung diri. Cita-cita pendiri bangsa dalam UUD yang ingin  mencerdaskan kehidupan bangsa berubah menjadi duka bangsa. Kejadian ini memilukan, memalukan kita sebagai bangsa dan negara Indonesia. Alih-alih membangun proyek-proyek fisik yang mercusuar […]

expand_less