Negara Tidak Adil, Tidak Gubris Papua Darurat Ekosop Keamnan
- account_circle Athor
- calendar_month Kam, 5 Feb 2026
- visibility 18

Jakarta 5 Februari 2026, Senator ARK menyayangkan situasi yang terjadi di Papua sejak 2025 hingga 2026. Protes masyarakat terkait perampasan lahan sawit, lahan lerkebunan tidak di Gubris.
Lanjut Senator ARK, Bahkan awal minggu Pertama bulan februari 2026, Dewan Gereja Papua selatan mengelar protes terhadap kebijakan investasi, suara gereja adalah suara kenabian. Suara tanpa kepentingan ekonomi maupun politik.
Lanjut ARK, Suara-suara yang di teriakan di daerah sampai parlemen senayan pun tengelam dalam hiruk pikuk isu nasional.
Selain Papua selatan, Biak Papua masyarakat yang protes soal kebijakan pertahanan keaman pun tidak di gubris. Mereka takut daerahnya jadi titik pertahanan, suatu kelak terjadi konflik mereka akan mengalami resiko langsung.
Sambung Senator ARK, Bahwa Laporan terbaru dari The Spirit Papua 5 Februari 2026, Warga kami distrik Kembu Kab. Puncak sedanv mengungsi masuk hutan akibat operasi militer.
Perang yang berlarut-larut tanpa mematuhi Hukum Humaniter mengakibatkan masyarakat sipil menjadi korban. Mengungsi dan hidup tidak lagi normal seperti masyarakat lain.
Senator ARK megatakan kekecewaanya kepada bapak Presiden Prabowo yang sibuk dengan diplomasi luar Negeri, Kepentingan Amerika, Palestina dan Israel sementara mengabaikan kondisi darurat ekononomi, ekologi dan keamanan dan tanah Papua.
Media nasional, DPR RI dan semua liputan nasional sibuk membicarakan isu lain. Isu Porles Sleman, Saat ini saudara kita yang bunuh diri di NTT dan lain sebagainya.
Kepada media ini, senator ARK menyampaikan bahwa Papua sedang tidak baik-baik saja. Pertemuan lintas stacholders untuk bicarakam masalah Papua. Bukan sekedar mengundang pejabat pemerintah Enam Gubernur di Tanah Papua. Mereka itu kan perpanjangan tangan pusat di daerah.
Udanglah Gereja, MRP, Masyarakat Adat, DPR RI, DPD RI, Komite Eksekutif, BP3OKP. Harus duduk bersama untuk bicarakan situasi darurat ekonomi, darurat keamanan, darurat hutan dan sawit di tanah Papua. Seakan kitorang setengah binatang, negara hanya mau kekayaan alam kita tetapi tidak mau manusianya. Tidak mau berdialog secara baik.
Lanjut Senator ARK, embisik presiden jangan diam, dulu rasiame jokowi bisa undang orang Papua duduk mencari solusi bersama. Pembisik Presiden prabowo tidak peka merespon isu yang ada.
- Penulis: Athor
