Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Internasional » Senator ARK, Protes Perampasan Lahan Sawit Di Papua Mendunia, Presiden Tidak Peduli

Senator ARK, Protes Perampasan Lahan Sawit Di Papua Mendunia, Presiden Tidak Peduli

  • account_circle Athor
  • calendar_month Kam, 22 Jan 2026
  • visibility 56

Jakarta 20 Januari 2026, Senator ARK menyampaikan protes dan keprihatian kepada Presiden.

Masalah perampasan tanah adat Land Grabing di Papua seperti tidak mendapat perhatian. Isu-isu investasi yang mendapat Protes masyarakat Papua seperti tengelam dalam isu nasional yang ada.

Lanjut ARK, Baik DPD RI, Masyarakat adat, MRP, Gereja, pers bahkan NGO Internasional telah mengangkatnya menjadi perhatian publik Internasional, Presiden belum memberikan tangapan.

Bahkan Green Peace Internasional telah mebritakan dengan tema West Papuan Indigenous Rights vs Palm Oil Company Land Grab, Landmark

Indigenous peoples’ organisations, the Sorong regency government and national NGOs have all taken a stand to rescue these Indigenous forest lands from conversion for palm oil production. These permit revocations are the only concrete outcome so far from President Jokowi’s palm oil moratorium and permit review process,” said Wirya Supriyadi, Advocacy Coordinator at WALHI Papua. “But when the chips are down, Jakarta is silent on the case, allowing cashed-up companies to take a bullying court case to retain control of Indigenous lands they were never morally entitled to,”

Media Rain Forest Movement Dan Graind Org, Menulis soal Land Grabing. Isu kerusakan hutan Papua juga telah masuk dalam UN Permanent Forum dalam sidang Tahunan PBB.

Mekipun telah menjadi konsen internasional, didalam negeri pemerintah sendiri seperti menutup mata.

Menurut ARK, kalau berkaca dari bencana Sumatera dan Aceh semuanya bermula dari pembabatan hutan atau perampasan lahan untuk kebun sawit dan ilegal loging.

Lanjut Ark, Karena itu, kerusakan hutan dan perampasan lahan di Papua adalah bencana alam yang diakibatkan oleh bencana kebijakan investasi dan perizinan.

Ketika rakyat Papua, NGO dan Pengiat lingkungan Internasional bicara, dengan mudahnya pemerintah akan menuduh itu AGENDA DAN ANTEK ASING. Seolah-olah melupakan semua deforestasi, perampasan lahan dan hutan yang sudah berjalan. 

Ark Menyampaikan bahwa, Bapak presiden harusnya memberikan perhatian serius, bahkan membuat kebijakan Stop Investasi sawit yang merusak hutan di Papua. Kit masih bisa kelola hasil pertanian, membangun industri air minum kemasan, mendorong pembangkit listrik tenaga air, tenaga surya, angin bahkan Blue Economi. Ekonomi biru dengan potensi laut yang luas.

Menurut Ark, Presiden harus stop dulu kebijakan investasi sawit. Kementerian BKPSDM, Kemenhut, Kementerian ESDM Tidak boleh menjadikan Papua surga investasi yang menjarah dan merusak hutan Papua.

Menurut ARK, Semua ini hanya ambisi memenuhi kebutuhan pasar kapitalisme internasional.

Mengapa tidak ada ruang dialog ekonomi yang demokratis.

  • Penulis: Athor

Rekomendasi Untuk Anda

  • Setujui APBD 2026, Fraksi Otsus DPR-PBD Kritik Program Pemerintah Tidak Berpihak OAP

    Setujui APBD 2026, Fraksi Otsus DPR-PBD Kritik Program Pemerintah Tidak Berpihak OAP

    • calendar_month Kam, 20 Nov 2025
    • account_circle Athor
    • visibility 85
    • 0Komentar

    HNP, Sorong – Berdasarkan hasil rapat dan kajian internal Fraksi Otonomi Khusus Dewan Perwakilan Rakyat Papua Barat Daya (Fraksi Otsus DPRP PBD), Fraksi Otsus memberikan pendapat akhir terkait jawaban yang disampaikan Gubernur Papua Barat Daya atas pandangan umum dari fraksi di DPRP PBD. Franky Umpain selaku koordinator dan juru bicara Fraksi Otsus DPRP PBD menegaskan […]

  • Pak Hasyim, Saling Balas Pantun Bukan Solusi Kunjungan Ke Papau

    Pak Hasyim, Saling Balas Pantun Bukan Solusi Kunjungan Ke Papau

    • calendar_month Sab, 17 Jan 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Senator ARK Menilai Saling Balas Pantun Utusan Presiden Hasyim Joyohadikusumo dan Gubernur Papua Barat Daya Bukan solusi kebutuhan mendesak di Papua. Selain Pak Hasyim, Gibran juga ke Papua mengelilingi beberapa kabupaten, bermain bola dan menegok mama-mama Pedagang. Pak Hasyim Yth, 20 Tahun Lalu Otsus bagai lepas kepala pegang ekor, saling menyalahkan antara Jakarta dan Papua. […]

  • Senator ARK, Tanpa Sadar Kita Kembali Menjalankan Pemerintahan Sentralistik

    Senator ARK, Tanpa Sadar Kita Kembali Menjalankan Pemerintahan Sentralistik

    • calendar_month Sel, 25 Nov 2025
    • account_circle Athor
    • visibility 112
    • 0Komentar

    HPN, Jakarta 15 November 2025, Senator Asal Papua Barat Daya Agustinus R. Kambuaya menyoroti kecenderungan pemerintahan yang mengarah pada kembalinnya sentralisasi kewenangan. Ciri utama pemerintahan sentralistik adalah pemusatan seluruh wewenang dan kekuasaan pada pemerintah pusat, sehingga pemerintah daerah sangat bergantung pada keputusan pemerintah pusat. Hal ini menyebabkan proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan kebijakan […]

  • Buld DPD RI Percepatan RANPERDA dan PERDA PBD

    BULD DPD RI, PEMDA Kemendagri Dan DPRD Se Papua Barat Daya Gelar FGD RANPERDA dan PERDA

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • account_circle Dicky
    • visibility 87
    • 0Komentar

    HNP, Sorong 17 November 2025, Badan Urusan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Gelar Fokus Grub Diskusi Dalam Rangka Mendorong Percepatan RANPERDA dan PERDA untuk mendukung Pembangunan Daerah. Fokus Grup Discusion Dengan Nara Sumber Kanwil HUKUM Papua Barat dan Papua Barat Daya, Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Dan Ketua BULD DPD Hadir sebagai Keynote Speach. Pembentukan […]

  • ARK, FGD Masyarakat PBD Satu Tahun Kepemimpinan GUB Tercekik  Efisiensi

    ARK, FGD Masyarakat PBD Satu Tahun Kepemimpinan GUB Tercekik Efisiensi

    • calendar_month Sab, 21 Feb 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Hpn, Sorong 21 2026 bertempat di Hotel M Qriat Sorong sejumlah masyarkat berkumpul mengelar Focus Grup Discussion Terkait Satu Tahun Kepemimpinan Elisa Kambu dan Ahmad Nasrauw. Senator ARK sebagai inisiator FGD Menyampaikan latar belakang FGD Tersebut. Menurutnya, diskusi masyarakat yang bersliwiran di sosial media perlu ada ruang dan tempat. Jika di biarkan ini akan menjadi […]

  • Senator ARK; Kurang Dari 7 Bulan Pemerintah Prabowo Gibran Menghadapi Belasan Isu EKOSOB & POLHUKAM

    Senator ARK; Kurang Dari 7 Bulan Pemerintah Prabowo Gibran Menghadapi Belasan Isu EKOSOB & POLHUKAM

    • calendar_month Jum, 10 Jul 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Alaram darurat keamanan, ekonomi, politik dan Saling Menguci Dibidang Hukum. Tahun 2026 menjadi periode yang penuh ujian bagi Indonesia. Situasi nasional saat ini dapat dianalogikan seperti status siaga gunung berapi atau peringatan tsunami—belum tentu bencana terjadi, tetapi seluruh komponen bangsa harus meningkatkan kewaspadaan. Berbagai dinamika muncul hampir bersamaan, mulai dari ekonomi, politik, hukum, keamanan, hingga […]

expand_less