ARK, Orang Papua Harus Berdaulat Atas Kekayaanya
- account_circle Athor
- calendar_month Jum, 30 Jan 2026
- visibility 53

Orang Papua Mari Diskusi Soal Masa Depan Kita. Kemarin adalah sejarah, hari ini kenyataan, Besok adalah harapan
Hari-hari ini energi kita habis teriak, protes, saling menyalahkan, saling menuntut tangung jawab.
Energi kita habis, semenrata kenyataan rerus berubah tidak sesuai harapan kita. Masyarakat adat tersingkir. Mengutik kata tan malaka, semakin ke pingir kita semakin terdesak.
Pertanyaanya Bagaimana kita Memegang Kendali Atas Rumah Kita..? Masyarakat Adat Menjadi Tuan Atas Tanah Adatnya.
Apa yang harus kita kerjakan agar kita tidak tersingkir di persimpangan kemajuan ekonomi, teknologi moderen. ?
Kita bisa mengkritik diri kita sendiri. Kita teriak Masyarakat adat sambil mengucah nasi, bukan Petatas, kelasi, sagu..?
Berapa banyak pengusaha OAP di bidang Pertanian, Perikanan, Peternakan..? Tambang minyak di kuasai orang lain.
Para kepala daerah kita terjebak donatur bohir pilkada. Pengusaha OAP teriak berbusa, kekuatan kita terus di kerahkan untuk demo, Protes dan teriak.
Pemerintah daerah pusing karena Efisiensi. Anggaran menurun, janji-janji PILKADA sulit di wujudkan karena Program Pusat yang lebih dominan.
Pemerintah pusat menarik kewenangan, Menarik Anggaran dan menumpuknya dengan Membiayai MBG, Sekolah Rakyat, Program 3 Juta Rumah, Koperasi Desa Merah Putih.
Para Gumbernur kini hanya jadi Kepala Sekertariat Kantor Daerah (Head of Regional Secretariat).
Tidak ada special policy yang bisa di putuskan sendiri. Efisiensi di berlakukan sementara para Gubernur Dan Bupati Walikota di tuntut kreatif.
Ini waktunya kita berdialog pembangunan dan nasib anak cucu kita kedepan. Kita tidak ingin lagi 5 tahun atau 10 Tahun seperti masa periodisasi kepala daerah baru kita kumpul bicara visis misi jangka pendek.
Kita tidak ingin 5 Tahun lagi kita masih teriak masalah yang sama.*Bagaimana caranya generasi ini mengambil peranan, menjadi Pelaku dan pemain ekonomi, Mandiri berdikari, bermartabat dalam adat dan budaya.
Semua hal harus di bicarakan secara terbuka antara masyarakat adat, Pemerintah Bahkan Swasta. Apa dan bagaimana tangung jawab menciptakan Generasi Emas Papua kepadan.
Generasi ini tidak boleh menjadi Generasi Protes di luar Gelangang kemajuan. Menjadi Generasi yang Frustasi, Putus asa di persimpangan saman.
Ekonomi Vs Ekologi, Ekonomi maju tanpa merusak ekologi dan ekosistem. Bagaimana caranya Green Economi, Blue Economy.
Undangan Kepada
MRP Se-Tanah Papua
DPR Se Tanah Papua
DPD Se Tanah Papua
Komite Eksekutif
BP3OKP
Dewan Adat Papua
LMA Di Tanah Papua
Gereja Se Tanah Papua .
Semua komponen Harus Duduk Bersama Merumuskan Sesuatu Yang Strategis Untuk Di Sampaikan Kepada Pemerintah Pusat. Termasuk Catatan Kendala Implementasi Otsus yang sudah lemah karena UU sektoral.
Bukan tentang berapa kuat kita melawan apalagi teriak, tetapi seberapa kuat kita konsolidasikan diri untuk maju dan mempertahankan diri kita. Tidak mudah menjual tanah kita, lembaga adat harus solid dll.
ARK, Kita Tidak Mau Lagi 10 Tahun Lagi Meneriakan Masalah Yang Sama. Sementara Bangasa Lain Di Indonesia Dan Dunia Maju Dan Makmur sementara kita termarjinalkan diatas kekayaan alam.
- Penulis: Athor
