Senator ARK; Presiden Juru Damai Konflik Iran, Konflik Bersenjata Dan Konflik Tapal Batas Di Papua Belum Tuntas, Lebih Baik Fokus Dalam Negeri
- account_circle Athor
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 1

Jakarta, ARK, 9 April 2026, Cuplikan berita nasional ramai soal iran vs israel. Tidak hanya itu, semakin riuh lagi ketika Prabowo Mau Jadi Juru Damai atau juru selamat dalam konflik panjang tersebut. Sementara itu senator asal Papua Barat Daya Agustinus R Kambuaya, Memberi Tanggapan Lain.
Senator yang merupakan Anggota Badan Kerjasama Parlemen Antara Negara itu menilai keputusan menawarkan diri itu tidak tepat.
Menurut kambuaya, Politik luar Negeri kita mencerminkan kepentingan dalam negeri.Apalagi Prinsip Politik Luar Negeri Kita Bebas Aktif. Bebas bergaul dengan blok mana saja, dan aktif menjaga perdamaian dunia.
Senator yang akrab di sapa Ark Itu memberikan tangapan menarik. Intinya bahwa didalam Negeri ada sejumlah persoalan. Konflik bersenjata di Papua yang mengakibatkan pengungsian mencapai 90 ribu. Belum ada formulasi resolusi konflik yang jelas.
Apa Pendekatan Penangana Konflik Papua
Senator ARK Mencontohkan. Seperti tahun sebelumnya SBY, Jokowi selalu ada sikap dan pandangan terbuka tentang pendekatan konflik Papua.
Senator ARK Melanjutkan. Apakah itu Dialog, Negosiasi, Perundingan, dll. Diera Prabowo sebagai Presiden atau minimal Pembantu Presiden belum jelas pendekatan apa yang di gunakan untuk mengurus Papua. Khususnya konteks konflik, pengungsi, krisis kemansian pengungsi Papua.
Ark menelisik, Tidak hanya soal konflik bersenjata, konflik investasi, Land Grabing perampasan tanah. Konflik tenurial, investasi dll. Tidak ada pendekatan resmi yang di speak up dari dalam lingkaran istana. Apakah dialog, apakah military Approach dll.
Presiden Tidak Adil Soal Tapal Batas Aceh Sumut Vs Papua Malut
Senator Asal Papua Barat Daya yang Kritis dan Tajam itu juga masih mempertanyakan. Ketika Presiden mulai speak up soal resolusi konflik Israel Palestina, Maka didalam Negero Ada Agenda Konflik tapal Batas yang penyelesaiannya tidak adil.
Ketiak Aceh dan Sumut konflik Presiden langasung ambil Alih. Pulau yang di sengketakan kembali ke Aceh. Begitu perhatiannya Presiden Sama Aceh. Bahkan ditengah Efisiensi Presiden berjanji akan menambah anggaran.
Menurut ARK, Mungkin karena Muzakhir Manaf Adalah Ex Panglima GAM sesama kombatan dengan Presiden sehingga Presiden begitu serius soal konflik itu.
Lanjut ARK, Sementara konflik tapal batas Papua Barat Daya Dan Maluku Utara Justru Di serahkan ke tingkat Wamen Dr. Rifka Haluk. Ini Perlakuan yang berbeda. Konflik sensitif di yang melibatkan antara Provinsi Presiden Mesti Ambil Alih. Menteri dalam Negeri sendiri belum jelas arah dan Progres sengketa Pulau sain ini.
Menurut ARK, Presiden sebaiknya menuntaskan masalah dalam negeri. Itu kebutuhan utama. Itu lebih baik daripada berupaya mencitrakan diri di pangung dunia.
Indonesia sebagai macan Asia. Justru rumahnya macan sedang tidak baik-baik saja.
- Penulis: Athor
