Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Internasional » Senator ARK Menilai Pidato Nota Keuangan Presiden Menguatkan Peran Strategi Program Pusat Dan Pelemahan Pemerintahan Daerah

Senator ARK Menilai Pidato Nota Keuangan Presiden Menguatkan Peran Strategi Program Pusat Dan Pelemahan Pemerintahan Daerah

  • account_circle Athor
  • calendar_month Sab, 15 Agu 2026
  • visibility 23

Senator ARK Menilai Pidato Presiden lebih kuat pada konsolidasi dan penguatan program Pemerintah Pusat, sementara posisi daerah justru masih menghadapi efisiensi, pengetatan transfer, dan tuntutan peningkatan produktivitas dengan ruang fiskal yang terbatas.

Menurut Senator ARK yang hadir langsung dalam Sidang Paripurna Pembacaan Nota Keuangan Presiden. Ada satu garis kritik yang cukup kuat; jangan sampai pertumbuhan ekonomi nasional 5% hanya terlihat di angka makro, sementara kapasitas fiskal daerah semakin menyempit.
Kalau dirumuskan lebih tajam,
“Pusat memperkuat program dengan APBN, daerah diminta produktif dengan anggaran yang semakin terbatas.”

Pertumbuhan ekonomi 5% harus terasa sampai daerah, bukan hanya tercermin dalam indikator nasional.
Peningkatan penerimaan negara harus diikuti dengan penguatan kemampuan fiskal daerah.
Efisiensi BUMN dan kebocoran anggaran memang penting, tetapi efisiensi jangan berujung pada pemangkasan kemampuan daerah memberikan pelayanan publik.
Transfer ke daerah jangan semata-mata didasarkan pada kemampuan penyerapan. Daerah dengan geografis sulit, seperti wilayah Papua dan kepulauan, memang membutuhkan biaya pembangunan yang jauh lebih tinggi.
Daerah diminta produktif, tetapi produktivitas membutuhkan modal fiskal, infrastruktur, SDM, dan kewenangan yang memadai.
Pemerintah perlu menjelaskan apa agenda konkret untuk memperkuat ekonomi daerah, terutama daerah tertinggal, kepulauan, perbatasan, dan wilayah dengan biaya logistik tinggi.

Bagi Senator ARK Asal Papua Barat Daya. Dirinya Menilai, Jangan sampai APBN semakin kuat, tetapi APBD semakin lemah. Jangan sampai pertumbuhan ekonomi nasional meningkat, tetapi kemampuan daerah membangun dan melayani masyarakat justru semakin terbatas. Kalau daerah dituntut produktif, maka negara juga harus memberikan ruang fiskal yang cukup agar daerah mampu bergerak.”
Menurutnya, kritik kebijakan yang lebih spesifik untuk Papua Barat Daya dan daerah kepulauan, karena persoalan kemampuan penyerapan tidak bisa dipukul rata dengan daerah yang infrastrukturnya sudah maju.

Pertumbuhan ekonomi 5% tetapi pertumbuhan harus terasa sampai kabupaten/kota, bukan hanya melalui proyek dan belanja pemerintah pusat.

Sambung Senator ARK, Penerimaan negara meningkat perlu dijelaskan bagaimana peningkatan penerimaan itu kembali memperkuat kapasitas fiskal daerah.

Bagi Senator yang terkenal tajam analisisnya, bahwa Efisiensi dan perampingan BUMN diarahkan untuk menutup kebocoran dan meningkatkan produktivitas negara.
Transfer ke daerah semakin ketat daerah justru dituntut produktif dengan ruang anggaran yang semakin terbatas.
Kemampuan penyerapan menjadi indikator perlu hati-hati agar daerah dengan kondisi geografis, infrastruktur, dan kapasitas SDM yang berbeda tidak diperlakukan dengan ukuran yang sama.
Program pusat menggunakan APBN diperkuat sementara daerah tetap diminta melakukan efisiensi.

Jadi Menurut Senator ARK, pertanyaan politik kebijakannya adalah Kalau APBN semakin kuat untuk membiayai program pusat, bagaimana memastikan daerah tidak hanya menjadi pelaksana, tetapi juga memperoleh ruang fiskal yang cukup untuk membangun daerahnya sendiri?
Untuk Papua Barat Daya dan daerah Papua lainnya, isu ini menjadi semakin penting karena biaya pelayanan publik dan pembangunan jauh lebih tinggi akibat kondisi geografis, kepulauan, keterisolasian, serta keterbatasan infrastruktur.

Kritiknya bukan menolak program pusat, tetapi meminta keseimbangan, penguatan pemerintah pusat harus berjalan bersamaan dengan penguatan fiskal daerah. Kalau tidak, daerah akan terus diminta produktif, sementara instrumen untuk menjadi produktif justru semakin terbatas.

Kita harus lebih hati-hati membangun keseimbangan Pemerintahan Pusat Dan Daerah. Jika tidak, tanpa sadar kita kembali pada era sentralisasi dulu.

  • Penulis: Athor

Rekomendasi Untuk Anda

  • Demo Kelangkaan BBM Papua Barat Daya, Senator ARK Minta Presiden Tegur Menteri ESDM dan Pecat Direktur Pertamina

    Demo Kelangkaan BBM Papua Barat Daya, Senator ARK Minta Presiden Tegur Menteri ESDM dan Pecat Direktur Pertamina

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Sorong 26 Januari 2026, Masyarakat yang tergabung dalam perkumpulan Truk dan Transportasi umum gelar aksi Protes atas kelangkaan BBM. Senator ARK Angkat bicara minta Presiden dan Menteri ESDM Evaluasi Total SKK Migas dan Pertamina. Manajemen kinerja yang buruk dan tidak memuaskan masyarakat. Sejak November 2025 sudah terjadi kelangkaan BBM, baik solar, bensin, pertalite, bahkan juga […]

  • Senator ARK, Dalam 6 Bulan Prabowo-Gibran Menghadapi Isu Ekosob, POLHUKAM

    Senator ARK, Dalam 6 Bulan Prabowo-Gibran Menghadapi Isu Ekosob, POLHUKAM

    • calendar_month Jum, 10 Jul 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Indonesia’s First Alert Alarm: Emergency for Legal, Political, and Security Stability. (Alaram Siaga Satu Indonesia Darurat Stabilitas Keamanan Hukum Dan Politik)   Tahun 2026 ini indonesia seperti satatus awas gunung merapi atau siunami yang siap menguncang. Begitulah analogi kita mencermati dinamika keamanan, politik, hukum bahkan geopolitik internasional. Dinamika yang saya maksudkan adalah. Bagaimana pemerintah bisa […]

  • Senator ARK, Mengecam KOMNAS HAM RI Terkesan Lambat Merespon Dugaan Penembakan Warga Sipil Di Maybrat

    Senator ARK, Mengecam KOMNAS HAM RI Terkesan Lambat Merespon Dugaan Penembakan Warga Sipil Di Maybrat

    • calendar_month Sen, 17 Agu 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Jakarta 17 Agustus, — Senator Papua Barat Daya, Agustinus R. Kambuaya, menilai Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI terkesan lambat merespons dugaan penembakan terhadap warga sipil di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. Dugaan penembakan terhadap tiga warga sipil di wilayah Maybrat pada 13 Agustus 2026 telah menimbulkan keresahan dan perhatian luas masyarakat. Karena […]

  • Bertemu Wamen Pariwisata, Senator ARK Mengusulkan Program 2026 Untuk PBD

    Bertemu Wamen Pariwisata, Senator ARK Mengusulkan Program 2026 Untuk PBD

    • calendar_month Sel, 2 Des 2025
    • account_circle Athor
    • visibility 93
    • 0Komentar

    HPN, Jakarta 2 Desember 2025, bertempat di kantor Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Dalam rangka pemantapan dan konsolidasi pembangunan pariwisata nasional, khususnya desa wisata, Senator ARK bersama tim desa bersatu Berkesempatan menyampaikan sejumlah Agenda Penting untuk Tahun 2026. Kepada wakil menteri pariwisata, Senator ARK bersama Tim Desa Bersatu berdiskusi bersama wakil menteri pariwisata. Persoalan infrastruktur, Agenda […]

  • Senator ARK; Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Di SMA Agustinus Sorong

    Senator ARK; Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Di SMA Agustinus Sorong

    • calendar_month Sab, 21 Feb 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Hpn, Sorong : 14 Desember 2025, bertempat di SMA Agustinus Kota Sorong . Senator ARK Melakukan Sosialiasi Empat Pilar Kehidupan Berbansa. Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan. Kegiatan ini dilakukan oleh DPD/MPRNRI untuk menanamkan nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara kepada para pelajar. Senator ARK Mensosialisasikan nilai-nilai dasar yang luhur, merupakan jati diri bangsa Indonesia. Nilai-nilai tersebut […]

  • Senator ARK; Kurang Dari 7 Bulan Pemerintah Prabowo Gibran Menghadapi Belasan Isu EKOSOB & POLHUKAM

    Senator ARK; Kurang Dari 7 Bulan Pemerintah Prabowo Gibran Menghadapi Belasan Isu EKOSOB & POLHUKAM

    • calendar_month Jum, 10 Jul 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Alaram darurat keamanan, ekonomi, politik dan Saling Menguci Dibidang Hukum. Tahun 2026 menjadi periode yang penuh ujian bagi Indonesia. Situasi nasional saat ini dapat dianalogikan seperti status siaga gunung berapi atau peringatan tsunami—belum tentu bencana terjadi, tetapi seluruh komponen bangsa harus meningkatkan kewaspadaan. Berbagai dinamika muncul hampir bersamaan, mulai dari ekonomi, politik, hukum, keamanan, hingga […]

expand_less