Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Internasional » Senator ARK Menilai Pidato Nota Keuangan Presiden Menguatkan Peran Strategi Program Pusat Dan Pelemahan Pemerintahan Daerah

Senator ARK Menilai Pidato Nota Keuangan Presiden Menguatkan Peran Strategi Program Pusat Dan Pelemahan Pemerintahan Daerah

  • account_circle Athor
  • calendar_month Sab, 15 Agu 2026
  • visibility 14

Senator ARK Menilai Pidato Presiden lebih kuat pada konsolidasi dan penguatan program Pemerintah Pusat, sementara posisi daerah justru masih menghadapi efisiensi, pengetatan transfer, dan tuntutan peningkatan produktivitas dengan ruang fiskal yang terbatas.

Menurut Senator ARK yang hadir langsung dalam Sidang Paripurna Pembacaan Nota Keuangan Presiden. Ada satu garis kritik yang cukup kuat; jangan sampai pertumbuhan ekonomi nasional 5% hanya terlihat di angka makro, sementara kapasitas fiskal daerah semakin menyempit.
Kalau dirumuskan lebih tajam,
“Pusat memperkuat program dengan APBN, daerah diminta produktif dengan anggaran yang semakin terbatas.”

Pertumbuhan ekonomi 5% harus terasa sampai daerah, bukan hanya tercermin dalam indikator nasional.
Peningkatan penerimaan negara harus diikuti dengan penguatan kemampuan fiskal daerah.
Efisiensi BUMN dan kebocoran anggaran memang penting, tetapi efisiensi jangan berujung pada pemangkasan kemampuan daerah memberikan pelayanan publik.
Transfer ke daerah jangan semata-mata didasarkan pada kemampuan penyerapan. Daerah dengan geografis sulit, seperti wilayah Papua dan kepulauan, memang membutuhkan biaya pembangunan yang jauh lebih tinggi.
Daerah diminta produktif, tetapi produktivitas membutuhkan modal fiskal, infrastruktur, SDM, dan kewenangan yang memadai.
Pemerintah perlu menjelaskan apa agenda konkret untuk memperkuat ekonomi daerah, terutama daerah tertinggal, kepulauan, perbatasan, dan wilayah dengan biaya logistik tinggi.

Bagi Senator ARK Asal Papua Barat Daya. Dirinya Menilai, Jangan sampai APBN semakin kuat, tetapi APBD semakin lemah. Jangan sampai pertumbuhan ekonomi nasional meningkat, tetapi kemampuan daerah membangun dan melayani masyarakat justru semakin terbatas. Kalau daerah dituntut produktif, maka negara juga harus memberikan ruang fiskal yang cukup agar daerah mampu bergerak.”
Menurutnya, kritik kebijakan yang lebih spesifik untuk Papua Barat Daya dan daerah kepulauan, karena persoalan kemampuan penyerapan tidak bisa dipukul rata dengan daerah yang infrastrukturnya sudah maju.

Pertumbuhan ekonomi 5% tetapi pertumbuhan harus terasa sampai kabupaten/kota, bukan hanya melalui proyek dan belanja pemerintah pusat.

Sambung Senator ARK, Penerimaan negara meningkat perlu dijelaskan bagaimana peningkatan penerimaan itu kembali memperkuat kapasitas fiskal daerah.

Bagi Senator yang terkenal tajam analisisnya, bahwa Efisiensi dan perampingan BUMN diarahkan untuk menutup kebocoran dan meningkatkan produktivitas negara.
Transfer ke daerah semakin ketat daerah justru dituntut produktif dengan ruang anggaran yang semakin terbatas.
Kemampuan penyerapan menjadi indikator perlu hati-hati agar daerah dengan kondisi geografis, infrastruktur, dan kapasitas SDM yang berbeda tidak diperlakukan dengan ukuran yang sama.
Program pusat menggunakan APBN diperkuat sementara daerah tetap diminta melakukan efisiensi.

Jadi Menurut Senator ARK, pertanyaan politik kebijakannya adalah Kalau APBN semakin kuat untuk membiayai program pusat, bagaimana memastikan daerah tidak hanya menjadi pelaksana, tetapi juga memperoleh ruang fiskal yang cukup untuk membangun daerahnya sendiri?
Untuk Papua Barat Daya dan daerah Papua lainnya, isu ini menjadi semakin penting karena biaya pelayanan publik dan pembangunan jauh lebih tinggi akibat kondisi geografis, kepulauan, keterisolasian, serta keterbatasan infrastruktur.

Kritiknya bukan menolak program pusat, tetapi meminta keseimbangan, penguatan pemerintah pusat harus berjalan bersamaan dengan penguatan fiskal daerah. Kalau tidak, daerah akan terus diminta produktif, sementara instrumen untuk menjadi produktif justru semakin terbatas.

Kita harus lebih hati-hati membangun keseimbangan Pemerintahan Pusat Dan Daerah. Jika tidak, tanpa sadar kita kembali pada era sentralisasi dulu.

  • Penulis: Athor

Rekomendasi Untuk Anda

  • Intelktual Muda PBD Apresiasi Pimpinan DPD Bentuk Pansus Sikon Papua

    Intelktual Muda PBD Apresiasi Pimpinan DPD Bentuk Pansus Sikon Papua

    • calendar_month Ming, 24 Mei 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Sorong 24 Mei 2026, Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang tulus kepada Sultan Bachtiar Najamudin bersama seluruh anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia atas keputusan bersejarah membentuk Panitia Khusus (Pansus) Penanganan Konflik dan Kemanusiaan Papua. Keputusan yang ditetapkan dalam Sidang Paripurna Ke-10 di Gedung Nusantara V Kompleks Parlemen Jakarta pada 22 Mei 2026 menjadi […]

  • Senator ARK, Papua Biak Jadi Rebutan Perang Geopolitik Global

    Senator ARK, Papua Biak Jadi Rebutan Perang Geopolitik Global

    • calendar_month Ming, 1 Feb 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Seperti kata pepatah sejarah akan mengulang kisahnya. Rotasi bumi seperti memutar masa kembali kepada porosnya. Begitu kita melihat Papua. Perang dunia kedua, medean pertempuran sekutu dan jepang justru terjadi di pacific dan khususya Papua. Biak, Jayapura, Sorong sausapor, Medean sejarah kelam perang. Eskalasi geopolitik kawasan pacific antara sekutu Amerika dan cina kian meningkat. Perang dingin dominasi […]

  • Senator ARK; UU Perampasan Aset Membicarakan Aset, Kita Belum Jadi Tuan Diatas Kekayaan Kita Karena UU Omnibuslaw dan UU MINERBA

    Senator ARK; UU Perampasan Aset Membicarakan Aset, Kita Belum Jadi Tuan Diatas Kekayaan Kita Karena UU Omnibuslaw dan UU MINERBA

    • calendar_month Sab, 29 Agu 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Papua Barat Daya 27 Agustus senator ARK menyoroti dinamika UU Perampasan Aset. Menurut ARK Aset adalah hasil dari pengelolaan kekayaan negara. Selama ini kekayaan alam sudah di kelola dan di manfaatkan oleh para oligarki yang punya modal dan akses kekuasaan. UU Omnibus Law dan UU Minerba dinilai belum sepenuhnya menjamin daerah serta masyarakat adat menjadi […]

  • Senator ARK; RUU Pemilu Wajib Mengakomidir Hak Politik OAP Sebagai Komitmen Negara Dalam Otsus

    Senator ARK; RUU Pemilu Wajib Mengakomidir Hak Politik OAP Sebagai Komitmen Negara Dalam Otsus

    • calendar_month Sen, 5 Jan 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Hpn, Papua Barat Daya 5 Januari 2026, Senator Agustinus R. Kambuaya yang juga merupakan Anggota Badan Kerjasama Parlemen Antara Negara DPD RI angkat suara. Senator ARK Menyampaikan bahwa Pemerintah dan DPR sedang memprioritaskan revisi Undang-Undang (UU) Pemilu pada tahun 2026 untuk mempersiapkan Pemilu 2029, dengan target penyelesaian jauh sebelum tahapan dimulai, yang akan mencakup penyelarasan […]

  • Senator ARK, Semua Parpol Nasional Di Papua Harus Perjuangkan Aspirasi Daerah Termasuk TKD Sampai Ke Presiden

    Senator ARK, Semua Parpol Nasional Di Papua Harus Perjuangkan Aspirasi Daerah Termasuk TKD Sampai Ke Presiden

    • calendar_month Kam, 27 Nov 2025
    • account_circle Athor
    • visibility 146
    • 0Komentar

    HPN, Jakarta 27 November 2025, Senator Agustinus R. Kambuaya mendorong partai nasional yang hadir di tanah Papua untuk memperjuangkan aspirasi rakyat Papua di level nasional. Khsusnya partai kualisi Presiden. Setiap DPD Partai Nasional yang hadir di Papua harus mampu mengartikulasikan derita rakyat, aspirasi rakyat dan terutama jeritan pemerintah daerah yang menghadapi PEMANGKASAN TRANSFER KEUANGAN DAERAH […]

  • Senator ARK; Pernyataan Menseneg Tentang Nasib P3K Harus Di Realisasikan

    Senator ARK; Pernyataan Menseneg Tentang Nasib P3K Harus Di Realisasikan

    • calendar_month Rab, 19 Agu 2026
    • account_circle Athor
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Jakarta 19 Agustus 2026, Senator ARK, Pernyataan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) terkait penyelesaian persoalan PPPK dan PPPK Paruh Waktu jangan berhenti sebagai wacana atau janji pemerintah. Harus direalisasikan menjadi kebijakan yang konkret, terukur dan memberikan kepastian status bagi para tenaga yang telah lama mengabdi kepada negara. Saya meminta Pemerintah segera menindaklanjuti aspirasi PPPK Paruh Waktu, […]

expand_less